0 menit baca 0 %

Cegah Paham Radikalisme Anti Pancasila dan Narkoba di Lingkungan Pondok, Kemenag Gelar Seminar

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang Pendidikan Agama Islam, menyelenggarakan seminar terkait Pencegahan Faham Radikalisme, Anti Pancasila dan Penyalahgunaan Narkoba di Hotel pada Selasa (23/01). Seminar diikuti oleh Kasi Pendis seluruh kab/kota, para pimpinan pondok pesantren, yang ada...

Riau (Inmas) - Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang Pendidikan Agama Islam, menyelenggarakan seminar terkait Pencegahan Faham Radikalisme, Anti Pancasila dan Penyalahgunaan Narkoba di Hotel pada Selasa (23/01). Seminar diikuti oleh Kasi Pendis seluruh kab/kota, para pimpinan pondok pesantren, yang ada di Riau.

Kakanwil dalam sambutan sekaligus sebagai salah satu pemateri pada kegiatan itu mengatakan sepakat bahwa tiga persoalan besar, yang dihadapi bangsa saat ini adalah radikalisme yang sudah mulai berjangkit di tengah tengah kita, sikap anti pancasila, dan penyalahgunaan narkoba.

Ia menginginkan tiga persoalan besar yang riil dihadapan bangsa saat ini, dapat dikupas secara detail dan menemukan solusi terbaik  demi wujud preventivitas perpecahan NKRI dan umat Islam khususnya. Selain itu kegiatan seminar tentang Radikalisme, anti pancasila dan narkoba harus ada output yang signifikan kedepan. Karena ini bisa dijadikan bahan untuk melakukan pencegahan di tengah masyarakat kita, khusus masalah radikalisme tidak hanya dalam tubuh umat Islam karena dalam pemeluk agama lain juga  bisa terjadi, begitu pula untuk narkoba menurutnya harus sudah disikapi secara khusus.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Pakis Drs H Fairus mengatakan seminar ini diselenggarakan dalam rangka tindak lanjut himbauan presiden kepada seluruh Kementerian. Dan kita sebagai lembaga yang memayungi pondok pesantren di Riau merasa sangat perlu mendukung himbauan ini. "Minimal para da'i, ulama, ustadzah dan para pejabat berwenang dan pemangku kepentingan dapat sebagai penyambung tangan untuk menyampaikan kepada masyarakat. Artinya sebagai wujud tindakan preventif untuk mencegah munculnya  paham radikal, anti pancasila  dan narkoba di tengah masyarakat kita khususnya generasi muda yang ada di pondok pesantren",sebutnya.

"Kami sengaja mengundang seluruh Kasi pondok pesantren dan pimpinan pondok dalam seminar  ini sehingga sosialisasi akan sampai kepada masyarakat", katanya.

Fairus juga menekankan, untuk membentengi generasi muda terhadap penyalahgunaan narkoba, maka penting kiranya melakukan peningkatan dalam program keagamaan, khususnya tahfizh. Baik itu tahfiz alquran dan program tahfizh hadits harus makin digiatkan di pondok pondok. Harapan kita lainnya mari kita bersama sama mengajak para ulama, petinggi, para pengusaha untuk menyumbangkan kontribusi pemikiran bahkan sebagian hartanya dalam memajukan pondok pondok kita di Riau.

Seminar sehari tersebut menghadirkan enam narasumber  yaitu Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag TU, Kepala Bidang Pakis H Fairus MA, Kepala Kesbangpol, Kepala BNN  dan Kasi Pd Pontren DR H M Fakhi MAg.(vera/faj)