Riau (Inmas)- Tahun 2020 ada perubahan nomenklatur di Kanwil Kemenag seluruh Indonesia sesuai dengan PMA 19 Tahun 2019. Dimana dulu ada kepala Sub Bagian HUKUM dan KUB, saat ini menjadi Sub Bagian Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama pada tingkat Kanwil.
Dengan perubahan ini tidak mengurangi agenda rutin yang akan dilakukan Kanwil Kemenag Riau. Hal itu diutarakan Kakanwil Kemenag Riau saat mengawali materi dihadapan peserta Rakor KUB seRiau di Hotel Dafam Pekanbaru, Rabu (04/03).
Mahyudin menyebut rapat koordinasi tahunan rutin ini bertujuan menyamakan persepsi, karena banyak persoalan yang muncul di tengah masyarakat. “Apalagi persoalan kecil bisa diviralkan jadi besar.” Terangnya.
Dalam materinya, mengupas tiga persoalan dan kendala yang ditemui di lapangan dalam upaya menciptakan kerukunan umat beragama.
Pokok persoalan pertama, menurutnya belum ditemukan keseragaman perhatian pemerintah daerah terhadap FKUB daerah.
“Di kabupaten/kota belum ada perhatian pemerintah kecuali kalau sudah ada kasus, padahal ini tanggungjawab bersama antara Kemenag dan Pemda.” Ungkapnya.
Selain itu, ia menilai ada peta titik-titik rawan di kabupaten /kota yang perlu diperhatikan sekaligus meredam dengan dialog intensif .
“Dengan dialog inter umat beragama dapat dipecahkan masalah bersama. Maka seringlah melakukan inter umat beragama. Meskipun selama ini relatif rukun,” ujarnya.
Kedua, perlu dilakukan audiensi dengan pemda agar ada dialog intensif dengan intern umat beragama. Karenanya Mahyudin menganjurkan para pemuka dari pelbagai agama untuk mengadakan dialog rutin intern dan antar umat beragama. Dengan demikian, satu sama lain bisa berbicara satu meja dan mencari lem perekat untuk kehidupan yang lebih damai.
Yang ketiga masalah komunikasi yang kurang berjalan dalam Forum Kerukunan Umat Beragama. Kalau ada pengurus tidak aktif maka kita bisa cari solusi. Berbagai solusinya nanti bisa kita jadikan buku.
Dalam kesempatan itu mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Riau mengingatkan peran pemerintah, tokoh agama, juga umat beragama itu sendiri. “Tiga komponen ini harus bersinergi untuk mewujudkan kerukunan dalam pembangunan bangsa.” Katanya.
Melalui forum ini, Mahyudin berharap bisa menambah bekal ilmu pengetahuan dan wawasan dalam mengoptimalkan pengembangan dan nilai kesadaran. Sehingga terjalin toleransi yang baik antar umat beragama, keberadaan forum ini diharapkan ujarnya.
Terakhir, dalam materinya Kakanwil berharap pemuka agama menjadi motor kerukunan beragama.(vera/fad)