Pelalawan (Inmas). Mengingat Letak yang strategis berada di Jalan Lintas Nasional dan Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tetangga serta daerah yang memiliki Objek vital Nasional, Kecamatan Ukui berkembang dengan cepat bersama masyarakat yang sangat heterogen dan dinamis. Kepala KUA Kecamatan Ukui H. Azwar Zainal, S.Ag memandang kondisi ini bisa menghasilkan 2 potensi yakni positif dan negatif sebagai akibat dari pengaruh globalisasi yang turut menyumbang perkembangan masyarakat suatu tempat.
Adapun dampak Positif globalisasi tersebut ada 10 yakni: 1. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya. 2. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. 3. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik. 4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik. 5. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri. 6. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia. 7. Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi). 8. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. 9. Berkembangnya turisme dan pariwisata. 10 Meningkatkan pembangunan negara.
Sedangkan dampak negatifnya menurut H. Azwar Zainal, S.Ag yang juga menjabat Sekretaris IKMI Kabupaten Pelalawan: 1. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat. 2. Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang. 3. Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia. 4. Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar, Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang. 5. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri. 6. Menghambat pertumbuhan sektor industri. 7. Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) 8. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama. 9. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya. 10. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara
Untuk menghasilkan potensi positif Kepala KUA Kecamatan Ukui mengeluarkan Himbauan 10 (sepuluh) Gerakan Menuju Masyarakat Agamis yakni: 1. Gerakan Masyarakat Baca Al-Qur’an 2. Gerakan Masyarakat Ke Masjid 3, Gerakan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah 4. Gerakan Masyarakat Sadar Zakat 5. Gerakan Masyarakat Ramah Lingkungan 6. Gerakan Masyarakat Bersih dan Sehat 7. Gerakan Masyarakat Anti Narkoba 8. Gerakan Masyarakat Anti Aliran Sesat 9. Gerakan Masyarakat judi dan Miras 10. Gerakan Masyarakat Anti LGBT
Kepala KUA Kecamatan Ukui yang dijumpai humas mengungkapkan dasar mengeluarkan Himbauan tersebut adalah melihat perkembangan kehidupan masyarakat yang sekarang yang cenderung apatis, kita perlu kembali menggelorakan semangat kebersamaan menghadapi dampak buruk era globalisasi saat ini.” Ujar beliau yang aktif di Kegiatan Pramuka (AA)