0 menit baca 0 %

Capai 55,15 %, Kakanwil Rincikan Indikator dan Harapan Capaian Kinerja Tahun 2019

Ringkasan: Riau (Inmas) Pada kegiatan rapat evaluasi capaian  kinerja rerata Capaian Kinerja di Makasa, Mahyudin selaku Kakanwil Kemenag Riau mengungkapkan  capaian kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terhadap 8 sasaran program sampai pada Triwulan II Tahun Anggaran 2019 adalah 55,15% (Kat...

Riau (Inmas) – Pada kegiatan rapat evaluasi capaian  kinerja rerata Capaian Kinerja di Makasa, Mahyudin selaku Kakanwil Kemenag Riau mengungkapkan  capaian kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terhadap 8 sasaran program sampai pada Triwulan II Tahun Anggaran 2019 adalah 55,15% (Kategori Cukup).

Dikatakannya persentase rerata capaian kinerja yang masih dalam kategori cukup ini disebabkan beberapa indikator yang belum dilaksanakan, yaitu:

1.Pada sasaran program “Meningkatnya harmoni sosial kehidupan umat beragama” dengan indikator “Jumlah penyelesaian konflik antar umat beragama” dengan target penyelesaian sebanyak 17 konflik.

“Ternyata sampai triwulan II ini berdasarkan laporan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Provinsi Riau tidak/belum ada Konflik antar ataupun intern umat beragama sehingga memberikan pengaruh yang besar terhadap capaian kinerja, namun disisi lain kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa di Provinsi Riau Kehidupan antar dan intern Umat Beragama berjalan dengan sangat rukun dan harmonis”, sebutnya.

“Kami berharap selamanya khusus di Provinsi Riau Kerukunan antar dan intern umat Beragama dapat hidup berdampingan, rukun, dan harmonis dan umumnya pada seluruh wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia” jelasnya diawal laporan.

2. Pada Sasaran Program “Meningkatnya Kualitas Pelayanan Keagamaan” dengan indikator  “Indeks kepuasan layanan jamaah haji dalam negeri tingkat provinsi”, dengan target kepuasan sebesar 83.23%, pihaknya belum dapat menghitung karena proses pelayanan jamaah haji dalam Provinsi Riau masih berlangsung sampai saat ini.

“Kami memiliki komitmen akan melakukan pengukuran indeks kepuasan pelayanan Jamaah haji setelah penyelenggaraan ibadah haji telah selesai/paripurna di Pekanbaru” katanya.

3.Meningkatnya Kualitas Penyelengaaraan Ibadah Haji dan Umrah yang Transparan dan akuntabel, dengan Indikator “Survey Kepuasan Layanan Jamaah Haji dalam Negeri Tingkat Provinsi”, dengan target 84% juga belum terlaksana karena proses pelayanan jamaah haji dalam Provinsi Riau masih berlangsung sampai saat ini. 

Mahyudin mengaku Kemenag memiliki  komitmen akan melakukan pengukuran survey kepuasan pelayanan Jamaah haji dalam negeri Tingkat Provinsi setelah penyelenggaraan ibadah haji telah selesai/paripurna di Pekanbaru.

4. Namun dalam hal itu Mahyudin juga menyampaikan bahwa ada capaian kinerja yang telah menyentuh angka lebih atau sama dengan 100%, yaitu:

a. Pada sasaran Program “Meningkatnya Kualitas Pelayanan Keagamaan” dengan indikator “Jumlah Penghulu yang memenuhi kompetensi’ dengan target 257 orang Penghulu yang memenuhi standar kompetensi telah terpenuhi secara keseluruhan berjumlah 257 orang Penghulu;

b. Pada Sasaran Program Meningkatnya Kualitas Penyelengaaraan Ibadah Haji dan Umrah yang Transparan dan akuntabel, dengan Indikator “Jumlah Jamaah Haji yang dilayani” dari target 5.030 orang yang dilayani ternyata dalam realisasinya mencapai 5.325 orang jamaah calon haji yang terlayani atau 105,85%. Hal ini disebabkan adanya penambahan kuota terhadap jumlah jamaah calon haji dari provinsi Riau. Dan hal ini juga sangat besar memberikan pengaruh pada capaian kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi sampai dengan Triwulan II ini.

c. Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan, yang memiliki 6 Indikator  telah dapat direalisasikan seluruhnya sampai dengan Triwulan II Tahun 2019 ini.

Kami berharap, pada akhir Tahun Anggaran 2019 semua program dan target  yang belum tercapai secara maksimal dapat kami realisasikan dengan tuntas dengan kualitas yang 100%. 

Selanjutnya pada kesempatan itu Kakanwil juga mempresentasikan realisasi anggaran sampai dengan Triwulan II Tahun 2019.

Ia mengatakan serapan anggaran dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau telah mencapai 44,71%. 

Dimana Kantor Wilayah Provinsi Riau memiliki 8 DIPA dengan 9 Program dengan 1.257.444.764.000 ( Satu Triliun Dua Ratus Lima Puluh Tujuh Milyard Empat Ratus Empat Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Empat Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 566.694.136.000 (Lima Ratus Enam Puluh Enam Milyard Enam Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Seratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah).

Mahyudin merinci seperti berikut  yaitu:

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya dengan Pagu Rp. 46.771.046.000 (Empat Puluh Enam Milyard Tujuh Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Empat Puluh Enam Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 26.130.317.000 (Dua Puluh Enam Milyard Seratus Tiga Puluh Juta Tiga Ratus Tujuh Belas Ribu Rupiah) atau setara dengan 55,87%;

2. Program Kerukunan Umat Beragama dengan Pagu Rp. 1.447.750.000 (Satu Milyard Empat Ratus Empat Puluh Tujuh Juta  Tujuh Ratus Lima Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 574.445.000 (Lima Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Empat Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah) atau setara dengan 39,68%

3. Program Bimbingan Masyarakat Islam dengan Pagu Rp. 110.477.320.000 (Seratus Sepuluh Milyard Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Tiga Ratus dua puluh Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 61.984.185.000 (Enam Puluh Satu Milyard Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat Juta Seratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah) atau setara dengan 56.11%;

4. Program Pendidikan Islam dengan Pagu Rp. 1.058.647.671.000 (Satu Triliun Lima Puluh Delapan Milyard Enam Ratus Empat Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 454.623.273.000 (Empat Ratus Lima Puluh Empat Milyard Enam Ratus Dua Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Rupiah) atau setara dengan 42,94%

5. Program Bimbingan Masyarakat Kristen dengan Pagu Rp. 19.032.518.000 (Sembilan Belas Milyard Tiga Puluh Dua Juta Lima Ratus Delapan Belas Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp.8.857.339.000  (Delapan Milyard Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Rupiah) atau setara dengan 46,54%;

6. Program Bimbingan Masyarakat Katolik dengan Pagu Rp. 6.229.749.000 (Enam Milyard Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Tujuh Ratus Empat puluh Sembilan Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 2.839.599.000 (Dua Milyard Delapan Ratus Tiga Puluh Sembilan Lima Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) atau setara dengan 45.58%;

7. Program Bimbingan Masyarakat Hindu dengan Pagu Rp. 2.195.000.000 (Dua Milyard Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Ruapiah) dengan realisasi Rp. 1.094.726.000 (Satu Milyard Sembilan Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Enam Ribu Rupiah) atau setara dengan 49.87%;

8. Program Bimbingan Masyarakat  Buddha dengan Pagu Rp. 10.255.745.000 (Sepuluh Milyard Dua Ratus Lima Puluh Lima juta Tujuh Ratus Empat Puluh Lima Ribu rupiah) dengan realisasi Rp. 3.506.050.000 (Tiga Milyard Lima Ratus Enam Juta Lima Puluh Ribu Rupiah) atau setara dengan 34.19%;

9. Program Penyelenggaran Haji dan Umrah dengan Pagu Rp.12.387.965.000 (Dua Belas Milyard Tiga Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan realisasi Rp. 7.084.202.000 (Lima Milyard Delapan Puluh Empat Juta Dua Ratus Dua Ribu Rupiah) atau setara 57.19%.

Persentase realisasi anggaran Triwulan II Tahun 2019 yang mencapai 44,71% ini lebih tinggi daripada realisasi Triwulan II Tahun 2018 sebesar 36.48% atau meningkat 7,87% secara Year on Year. 

Kemudian Mahyudin juga menyampaikan  bahwa penggunaan anggaran di lingkungan Kantor Wilayah Provinsi Riau s.d Triwulan II ini semakin efektif dan efisien. Ia menilai itu terwujud karena persentase capaian kinerja lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi anggaran.

"Yang berarti setiap rupiah yang digunakan atau dikeluarkan adalah untuk mencapai output/hasil yang maksimal", ujarnya.(vera/andri)