Canda dan Air Mata Warnai Perpisahan MTs Menaming Rohul
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Canda, Isak tangis penuh haru disertai dengan deraian air mata bahagia bercampur duka, baik dari murid, majelis guru maupun orang tua murid, mewarnai suasana acara Perpisahan Kelas IX MTs Menaming Kec Rambah, Selasa (22/5) bertempat di MTs Menaming Kec Rambah Kab Rokan Hulu.
Rokan Hulu (Humas)- Canda, Isak tangis penuh haru disertai dengan deraian air mata bahagia bercampur duka, baik dari murid, majelis guru maupun orang tua murid, mewarnai suasana acara Perpisahan Kelas IX MTs Menaming Kec Rambah, Selasa (22/5) bertempat di MTs Menaming Kec Rambah Kab Rokan Hulu. Saat itu 41 orang siswa menamatkan sekolah di MTs Menaming tersebut.
Mereka bahagia karena telah dapat menamatkan mata pelajaran di sekolah, setelah sebelumnya bekerja keras, belajar cerdas, bertindak ikhlas menuntut ilmu pengetahuan selama 3 tahun. Mereka juga merasa berduka karena akan berpisah dengan para guru yang telah membimbing mereka selama ini ke jalan yang benar. Mereka juga akan berpisah dengan teman sejawat seperjuangan di bangku sekolah. Terlebih lagi akan berpisah dengan adek adek kelas penuh kenangan.
Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ka UPTD Disdikpora Kec Rambah, Ketua Yayasan MTs Menaming Darus Hasibuan, Ka MTs Menaming beserta majelis guru, Ketua Komite Madrasah beserta pengurus lain, KaSek SD, SMK Idris Lika, Pengawas Pendidikan Agama Islam H Abir Zuhdi SPdI, Pimpinan Pondok Pesantren Khalid Bin Walid Pasir Pengarayan yang diwakili Ustad Firdaus yang juga mantan Ka MTs Menaming, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan orang tua murid.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam sambutan pengarahannya menyatakan, agar lulusan MTs Menaming tahun ini, seluruhnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anda boleh melanjutkan study ke MAN, SMU, SMK, Pondok Pesantren atau yang lainnya. Saya tak ingin mendengar nanti, tamat MTs ini, langsung tancap gas minta kawinâ€, tegasnya.
Hal ini tentu selain akan merugikan diri sendiri, juga yang penting disadari adalah akan merugikan umat Islam, sebab generasi mudanya terputus. Pepatah Arab menyatakan, artinya ; Hidupnya agama itu adalah di tangan generasi muda, kata Ahmad Supardi Hasibuan.
“Perlu saya tekankan bahwa belajar adalah ajaran pokok dalam Islam. Hal ini dibuktikan dengan perintah pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw sekaligus pentahbisannya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah adalah perintah untuk membaca:, terang Ahmad Supardi Hasibuan.
Lebih lanjut dikatakannya, perintah membaca atau juga belajar, akan menghasilkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan membuahkan kesejahteraan. Sedangkan peningkatan kesejahteraan adalah mengentaskan kemiskinan. Kesimpulannya, membaca atau belajar pada gilirannya adalah mengentaskan kemiskinan. (Ash).