0 menit baca 0 %

Calhaj Termuda Ini, Ungkap Impian dan Komentarnya Terhadap Penyelenggara EHA

Ringkasan: Riau (Inmas) - Reynaldi Farid Bin Muhammad Farid asal Air Molek Kabupaten Inhu Riau, tercatat sebagai jemaah calon Haji termuda di kelompok terbang 6 gabungan Kabupaten Inhu, Meranti dan Pekanbaru tahun 2019 ini. Usianya baru menginjak 19 tahun, 3 bulan lalu.Aldo sapaan akrabnya, mengaku berangkat k...

Riau (Inmas) - Reynaldi Farid Bin Muhammad Farid asal Air Molek Kabupaten Inhu Riau, tercatat sebagai jemaah calon Haji termuda di kelompok terbang 6 gabungan Kabupaten Inhu, Meranti dan Pekanbaru tahun 2019 ini. Usianya baru menginjak 19 tahun, 3 bulan lalu.

Aldo sapaan akrabnya, mengaku berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk beribadah haji bersama keluarganya dan bergabung di kelompok terbang (kloter) 6 BTH

Alhamdulillah, senang banget bisa berangkat haji di usia termuda," ujarnya.

Mendaftar sejak Tahun 2010, jemaah yang  berstatus mahasiswa UNRI jurusan Fisipol ini mengaku dibiayai orangtuanya.

“Ketika orangtua saya pulang dari ibadah haji Tahun 2010, orangtua saya langsung mendaftar haji untuk kedua kali, dan orang tua saya juga mendaftarkan saya sekaligus saat itu”, kenangnya bercerita.

Namun terkendala pada tahun 2011, dengan alasan belum cukup umur. Setelah dihitung dengan masa tunggu sekitar 8 tahun maka diizinkan oleh Departemen Agama Indragiri hulu “Alhamdulillah saat ini saya bisa berangkat diusia 19 tahun”, terang Aldi.

Orangtua memang sudah mendaftarkan saat saya masih duduk di bangku MTS kelas 1, sebut alumni siswa SMA Islam As-shofa Pekanbaru itu.

Ketika tidak semua orang bisa diberikan kesempatan rezeki dan kesehatan untuk naik haji, Ia diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun islam yang kelima  di tanah suci, Mekkah. 

Terlebih lagi, di tahun depan tidak mungkin ditemukan jamaah muda usia di bawah 20 tahun. Karena batasan untuk daftar dimulai pada usia 12 sedangkan masa tunggu masih sangat lama sampai 19 tahun, ujarnya berapologi.

Ketika ditanya soal harapannya di Tanah Suci, tidak hanya ingin menjadi haji mabrur. Namun lebih dari itu, terselip doa mulia dari harapannya.

Aldy berdoa secara pribadi semoga suatu saat bisa jadi enterpreneur (pengusaha) di masa depan. Apalagi latar belakang ayahnya yang juga pengusaha.

“Jika sudah punya uang banyak saya ingin membanggakan orang tua dan berbakti. Selain itu semoga tidak kufur nikmat dan akan menggunakan sebagian harta untuk membantu fakir miskin, anak yatim dan membantu masih di pinggiran”, ucapnya tulus.

Lahir dari seorang ibu yang berprofesi sebagai dokter gigi menjadikan Aldi terlihat dewasa ketimbang anak seumurannya. 

Ia sempat berdoa semoga orang tua kawan kawan  dan sahabat sahabat saya diberikan rezeki oleh Allah dan diberikan hidayah untuk naik haji.

Aldi menambahkan, dirinya kesana membawa doa khusus. Diantaranya dimudahkan meraih cita-cita 

Begitu pula kala ditanya apakah Aldi tidak ingin berdoa meminta jodoh wanita yang sholehah kepada Allah SWT di Tanah Suci saat beribadah haji? Dia hanya menjawab dengan senyum.

Putra dari pasangan Elia darma binti Darmawi dan Dan Muhammad farid ini sempat memberikan tanggapannya terkait pelayanan di embarkasi haji Antara Riau.

Menurutnya penyelenggaraan embarkasi haji antara yang baru perdana di Pekanbaru ini sudah bagus. Dari awal keberangkatan sampai sekarang saya tidak menemukan masalah fatal. “Nilainya 9-10, Insya Allah mulai dari fasilitas, kebersihan, makanan sangat dijaga diasrama ini”, tandasnya.

Bersama dengan kedua orangtuanya, jamaah kelahiran Air Molek pada 31 Maret 2000 ini berangkat ke tanah suci Makkah.(vera)