Riau (Inmas) – Untuk tahun ini Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan setiap jamaah calon haji (calhaj) Paket dari puskes haji untuk menangani kedarutan pertama.
Yang paling menarik diantara isi paket itu adalah satu set kantong urine. Inovasi ini dilakukan lantaran banyak jamaah yang tak mempersiapkannya sejak di Tanah Air pada tahun-tahun sebelumnya.
Kantong urine yang dikemas dalam kotak tersebut menjadi salah satu kelengkapan set alat kesehatan yang dibagikan kepada jamaah calhaj yang baru saja tiba di Asrama Embarkasi Haji Antara Riau.
"Memang baru tahun ini set alat kesehatan menyertakan juga kantong pipis. Demikian pula dengan washlap sekali pakai yang juga baru tahun ini turut dibagikan kepada jamaah," kata M Arsyad Petugas karantina Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Riau, Sabtu (13/07) usai memaparkan isi paketan dari Kesehatan tersebut kepada jamaah.
Arsyad menuturkan, kantong urine maupun washlap akan sangat diperlukan jemaah saat melaksanakan wukuf di Arafah. Sebab saat itu, jamaah akan kesulitan mengakses toilet yang jumlahnya terbatas dan tak sebanding dengan jutaan jamaah yang beribadah di Tanah Suci.
"Jadi demi kepraktisan, jemaah dibekali kantong pipis dan washlap ini agar saat wukuf bisa tetap nyaman dan khusyuk," ucap Arsyad.
Selain dua barang tersebut, sebut Arsyad jemaah juga dibekali sejumlah obat-obatan. Antara lain oralit pengganti cairan tubuh yang hilang. Serta salep untuk mengantisipasi kulit pecah-pecah akibat suhu yang ekstrem selama di tanah suci.
“Creambath atau salep dengan merk Mola cream ini sangat berguna untuk memperlancar peredaran darah”, ujarnya.
Ditambah, satu lembar masker kain yang bisa dipakai berkali-kali. Serta puluhan masker sekali pakai yang cukup digunakan selama berada di Tanah Suci. “Masker ini untuk debu dan panas”, katanya.
Satu alat lain yang juga dibekalkan kepada jemaah ialah sebuah botol semprot berkapasitas 500 ml yang dibagikan dalam kondisi kosong.
Karena begitu jamaah keluar dari bandara akan langsung terpapas hawa panas. Dapat digunakan Begitu sampai Bandara madinah, sewaktu check in, sewaktu ada pemeriksaan di imigrasi ada jedah di saat itulah bisa diisi air di kamar mandi, sarannya.
"Nanti botolnya tinggal diisi air bersih dan selalu dibawa ke mana-mana saat di Tanah Suci. Tiap kali tubuh terpapar panas yang saat ini bisa mencapai 50 derajat celcius, semprotkan air ke wajah agar kembali segar di tengah serangan hawa panas," terangnya kepada humas.
Bahkan ada ada tisu basah, dan hansaplast.
Arsyad mengajak jamaah untuk selalu mengonsumsi air minimal dua liter setiap hari untuk mencegah dehidrasi. Lalu yang tak kalah penting ialah memperhatikan waktu istirahat.
"Minimal tidur enam jam agar tubuh kembali prima menjalani tahap demi tahap ibadah yang menguras stamina di tengah cuaca yang teramat panas," katanya.
Arsyad menambahkan khusus untuk jamaah risti mulai sekarang sejak masuk asrama sudah dipantau. Karena 60-70 % jamaah Riau itu tergolong resti.
“Kami akan berikan perhatian khusus. Maka dalam pemeriksaan ke 3 ada warna orange diprioritaskan ketimbang kartu kesehatan jamaah yang berwarna putih dan hijau”, tandasnya.
Asrama Embarkasi Haji Antara Riau merupakan asrama khusus bagi calhaj asal Riau. Para jamaah calhaj menginap disini semalam untuk melakukan sejumlah registrasi terakhir sebelum diberangkatkan ke Bandara Hang Nadim Batam untuk menuju Mekkah, Arab Saudi.
Hingga Sabtu 13 Juli 2019, sekitar pukul 00.20 menit (10/7) dini hari, Asrama Embarkasi Haji Antara Raiu telah memberangkatkan 8 kloter menuju Bandara Hang Nadim Batam. Jemaah calhaj Riau tahun ini sebanyak 5359 yang terbagi dalam 12 kloter. Kloter terakhir akan berangkat pada tanggal 24 Juli mendatang.(vera)