Kampar (Inmas) – Mari kita makmurkan Masjid dan kita galakkan magrib mengaji. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Masnur SAg, yang juga merupakan Penyuluh Agama Kecamatan Kampar Utara, saat mengisi tablik akbar hari senin malam (05/09), di Masjid Jami’ Desa Naga Beralih, Kec. Kampar Utara.
Masnur mengatakan, Kata “masjid” dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali dalam Al-Quranul Karim. Berasal dari akar kata: sajada-yasjudu-sujudan, yang secara etimologis berarti tunduk, patuh dengan mengakui segala kekurangan, kelemahan dihadapan Yang Maha Kuasa dan Sempurna. Rasulullah SAW berkata dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Muslim: “Yang paling dekat keadaan salah seorang diantara kamu dari Tuhannya adalah ketika ia sujud.”
Jika sujud adalah situasi dan posisi seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya, maka masjid secara bahasa berarti: tempat atau wahana seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Ta`ala (taqarrub). Taqarrub adalah merupakan misi/sasaran inti dari ibadah. Maka, masjid secara etimologis adalah tempat untuk mendekatkan diri pada Allah Ta`ala, disamping ia juga adalah sebagai pusat ibadah, baik mahdhah maupun ghairu mahdhah.
Dengan pendekatan kebahasaan tersebut kita dapat merumuskan bahwa masjid secara terminologis adalah: suatu badan (institusi) yang diperuntukkan sebagai pusat ibadah dari orang-orang mukmin, dimana sentral kegiatan mereka berpusat disana, mulai dari kegiatan menghambakan diri kepada Allah Ta`ala sampai kepada perjuangan hidup yang berdimensi dunia semata, ungkap Masnur.
Kemudian yang perlu kita galakkan adalah magrib mengaji. Dalam magrib mengaji ini, Pemerintah Daerah Kab. Kampar telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemar Mengaji). Oleh karena itu, mari kita jadikan Masjid atau yang juga dikenal dengan rumah Allah ini, sebagai pusat antau central berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari tempat mengaji, menuntut ilmu dan lain sebagainya . Dengan begitu, insya Allah Masjid ini akan ramai, akan makmur, sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama, harap Masnur.
Untuk deketahu, Tablik Akbar ini dilaksanakan dalam rangka perpisahan mahasiswa UIN Susqa Riau dengan masyarakat Desa Naga Beralih. Sebelum tablik akbar ini, juga telah dilaksanakan berbagai macam acara diantaranya acara perlombaan Musabah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat anak-anak. (Ags/Usm)