0 menit baca 0 %

Buya Hamka Riau, "Yang Saya Cemaskan adalah Apabila JCH Tidak Mampu Menjinakkan Hati"

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) Insya Allah, Kalau tidak ada aral melintang, tanggal 7 Agustus 2017 dengan nomor kelompok terbang (kloter) 10, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Rokan Hilir akan diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah melalui embarkasi Batam, bergabung dengan Kabupaten Meranti dan menyebera...

Rokan Hilir (inmas) – Insya Allah, Kalau tidak ada aral melintang, tanggal 7 Agustus 2017 dengan nomor kelompok terbang (kloter) 10, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Rokan Hilir akan diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah melalui embarkasi Batam, bergabung dengan Kabupaten Meranti dan menyeberang ke Batam melalui pelabuhan Dumai.

Menjelang pemberangkatan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir bersama Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir memantapkan kembali ilmu manasik haji kepada 363 orang JCH.

Sebelum narasumber menyampaikan materinya Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah H. Hasbullah menyampaikan, pembinaan manasik haji tingkat kabupaten kali ini diberikan oleh beberapa orang narasumber, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya. Selanjutnya Kasi PHU memperkenalkan Narasumber dan Moderator.

Dipusatkan di Gedung Serba Guna Jln. Utama Bagansiapiapi, dimulai hari Rabu (5/7) kemarin, Pemda Kab. Rokan Hilir melaksanakan Bimbingan Manasik Haji. Hari ini, Kamis (6/7) masih berlangsung bimbingan manasik haji dengan pemateri Pengasuh Pondok Pesantren Hubbul Wathan Duri, Drs. H. Ahmad Khutbah Arrofie yang terkenal dengan julukan Buya Hamka Riau, membawakan materi “ilmu manasik haji”.

Didampingi moderator yang yang sudah ditunjuk oleh Kemenag Rokan Hilir dan sudah cukup berpengalaman dalam memoderatori kegiatan bimbingan manasik haji, Ustadz Jefri, SHI, Buya Hamka Riau mengingatkan jamaah pentingnya manajemen Qalbu.

“Saya tidak khawatir ilmu manasik haji dikuasai atau tidak oleh JCH tetapi yang lebih saya cemaskan adalah apabila jamaah tidak mampu menjinakkan hati, baik menjelang pemberangkatan apalagi saat menunaikan ibadah haji,’’ katanya saat memberikan bimbingan manasik tingkat kabupaten.

Buya Hamka Riau lebih menekankan JCH, agar memantapkan keyakinan diri, menjauhi prasangka-prasangka serta senantiasa optimis dalam menunaikan ibadah haji.

“Kalau kita mau pergi haji maka hilangkan label-label lain dalam beribadah, misalnya karena ingin kaya lalu pergi haji,” ungkap ungkap Buya.

“Hati yang bersih dan fikiran yang jernih akan memudahkan kita menunaikan ibadah haji,” terangnya.

“Saya tidak khawatir atas kemampuan manasik jamaah haji karena banyak petugas yang akan memandunya namun yang saya cemaskan jika suasana hati jamaah dalam beribadah belum siap serta tidak ikhlas atau penuh dengan prasangka-prasangka,” tambahnya. (Nsh)