Bengkalis
(Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, kembali menggelar rapat
pembangunan musholla kantor, pada Jum’at (26/07/2019) pagi, setelah pembahasan tentang
persiapan qurban selesai. Rapat langsung
dipimpin Plt. Kepala Kantor Kemenag Bengkalis Dr H Carles SAg MA didampingi
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H Zulkarnaen SAg yang juga selaku
Koordinator pembangunan musholla, serta diikuti oleh seluruh kepala seksi,
pengawas dan pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Bengkalis.
Dalam rapat kali
ini, seluruh peserta rapat mulai dari Kepala Seksi, pengawas dan seluruh
pegawai kantor Kemenag Bengkalis ditawarkan untuk berinfaq, baik berupa uang tunai
ataupun bahan bangunan berupa keramik untuk penyelesaian pembangunan mushalla
tersebut.
Diungkapkan Plt
Kakan Kemenag H Carles bahwa untuk penyelesaian pembangunan mushalla hanya
bersifat sosial dengan niat yang ikhlas untuk berinfaq. Untuk itulah, beliau
sangat mengharapkan para pejabat dan seluruh pegawai yang bertugas di Kantor
Kemenag Bengkalis untuk membantu mensukseskan pembangunan mushalla kantor ini
secara bersama-sama.
Selanjutnya,
Kasi Bimas Islam H Zulkarnaen SAg menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan
mushalla kantor sudah berjalan lebih kurang 8 bulan, dan saat ini sudah
dilakukan pemasangan atap.
“Sejauh ini,
pembangunan mushalla sudah menghabiskan biaya sebesar Rp. 225 juta. Dana tersebut
terkumpul dari sumbangan para donatur mulai dari Bank Riau Kepri Syariah, Bupati
Bengkalis, para pejabat dan pegawai Kantor Kemenag Bengkalis, Kepala KUA, penghulu,
guru dan donatur lainnya” ungkap H Zulkarnaen.
Kasi Bimas
Islam juga sangat mengharapkan dukungan dan sumbangan dari semua pihak,
terutama Kepala Seksi dan pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Bengkalis, baik
itu sumbangan berupa material, fikiran maupun tenaga. Agar peroses pembangunan
mushalla ini segera terselesaikan.
Sebelum mengakhiri laporannya,
beliau juga memaparkan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan
mushalla sampai dengan selesai, dan diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar
Rp. 250 juta lagi. Dengan rincian diantaranya keramik 250 kotak, relif tiang 30
buah, menara 4 buah, kubah 1 buah, biaya pelapon, pengecatan serta biaya
finishing lainnya. (tfk)