Riau (Inmas) - Layanan bus shalawat atau bus angkutan jemaah haji Indonesia dari hotel ke wilayah Masjidil Haram, akan dihentikan sementara Selasa (6/8) besok hingga Rabu (14/8). Bus akan beroperasi kembali pada 15 Agustus mendatang.
Momentum ini bisa dimanfaatkan jemaah untuk lebih mempersiapkan diri untuk kegiatan Armudzna (Arafah, Mudzalifah dan Mina) pada 9 hingga 13 Dzulhijah. "Siapkan fisik, kurangi aktivitas di luar ruangan supaya saat ibadah puncak haji tetap optimal," kata Ketua Kloter BTH 02 Dr Muhammad Rialis Shaleh melalui via WhatsApp, (06/08).
Mulai hari ini jemaah dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas ke haram, karena layanan bus sudah tidak ada lagi.
“Sangat diharapkan jch bisa menyimpan tenaga untuk menghadapi Arafah, Khusus Kloter bth 02 kami menghimbau kpd jch boleh beraktivitas di sekitar hotel saja ”, sebutnya lagi.
Sebab pagi ini ada jemaah yang mencoba naik taxi untuk keluar, yang biasa nya ongkosnya hanya 15 rial hari ini bisa sampai 200 hingga 400 riyal, ujarnya.
Disamping bisa menyimpan kesiapan fisik pada puncak haji, momen ini juga sangat bermanfaat bagi jemaah untuk saling bersilaturahim sesama jemaah.” Karena sudah tidak ada lagi aktivitas ibadah ke haram lagi, sehingga sesama jemaah bisa saling berkunjung satu sama lain.
Seperti halnya yang dilakukan Anggota DPR RI asal PKB dari Riau, yang telah menyempatkan diri datang berkunjung sekaligus bersilaturahim ke tempat kloter BTH 02 diinapkan. “Luar biasanya bisa menikmati' masakan yg dibuat oleh petugas kloter BTH 02”,kata DR. Rialis.
Lebih dari itu sudah sepatutnya antar jemaah saling mengenal, bertukar fikiran dan saling memberikan informasi terlebih akan menghadapi masa masa ibadah di Arafah Musdalifah dan Mina, jelas Rialis.(vera)