0 menit baca 0 %

Bupati Siak Lepas Pawai Santri Usai Upacara HSN Ke IV Tahun 2019

Ringkasan: Siak (Inmas) - Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim pawai santri sampena Hari Santri Nasional (HSN) Ke IV tahun 2019 ini secara resmi saya lepas, ujar Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si yang sebelumnya bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama RI didampingi Asis...

Siak (Inmas) - “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim pawai santri sampena Hari Santri Nasional (HSN) Ke IV tahun 2019 ini secara resmi saya lepas,” ujar Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si yang sebelumnya bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama RI didampingi Asisten III, Drs. H. Jamaludin, M.Si, Pejabat Pemkab Siak, Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom, Kepala Subbag TU, Drs. H. Nursya dan para Kyai.

Antusias tinggi diperlihatkan ribuan santri dari pondok pesantren yang ada di Kabupaten Siak yang mengikuti pawai mengitara sekitaran kota Siak selepas mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) Ke IV tahun 2019 yang dipusatkan di Lapangan Tugu Kota Siak tepat di depan Istana Kesultanan Siak tepian Sungai Jantan (Siak), Kamis, (24/10/19). Dalam pawai ini, berbagai macam atribut, baleho dan narasi profil setiap pondok pesantren dipaparkan demi syi’ar dan kemeriahan sekolah dengan system berbasis agama tertua di Indonesia ini.

Sebelumnya, Bupati Siak H Alfedri pimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019, yang diikuti ribuan santri dari 30 pesantren se-Kabupaten Siak, yang berlangsung di lapangan Tugu Kabupaten Siak, Kamis (24/10/2019). Dikutip dari laman Humas dan Protokoler Siak, Saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indoneisa Lukman Hakim Syaifudin, Alfedri menyebutkan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri. "Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945," ujar Bupati.

Selanjutnya Alfedri menyampaikan, peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 mengusung tema "Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia", diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian, dan juga tempat menyemai ajaran Islam Rahmatan Lil'alamin. "Islam ramah dan moderat dalam beragama, sikap tersebut sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural, dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud, semangat tersebut bisa menginspirasi santri berkontribusi merawat perdamaian dunia," sebut Bupati Siak tersebut. (Hd)