Siak (Inmas) - Puasa ke-16, Pemkab Siak mengadakan
berbuka puasa bersama ratusan anak yatim dan masyarakat kurang mampu di Masjid
Sultan Syarif Hasyim, Komplek Islamic Center Madinatul Ulum. Tampak hadir pada
kegiatan tersebut, Bupati Siak, Drs. H Syamsuar, M.Si, Wakil Bupati Siak Drs. H
Alfedri, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom,
Forkopimda Siak, para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Siak, alim ulama, tokoh
agama dan sebagai penceramah Ustadz Dr. H. Mustafa Umar Lc., MA
Pada
kesempatan itu, tidak hanya berbuka puasa dan makan bersama saja, tetapi
anak-anak yatim dan dhuafa juga menerima santunan.
Dalam
sambutannya, Drs. H. Syamsuar, M.Si menceritakan sedikit dari perjalanannya ke
luar daerah Siak selama Ramadan 1438 hijriah ini. Dimana mayoritas masyarakat
dari Kota dan Kabupaten yang disambanginya sangat memuji suksesnya Siak dalam
mengembangkan pendidikan agama Islam. "Beberapa daerah masih ragu untuk
menjalankan program full day school dengan khawatir yang cukup tinggi akan
mematikan MDTA ataupun TPA yang ada. Mereka bahkan ingin datang ke Siak untuk
study banding langsung, bagaimana Siak bisa menjalankan program Menteri
Pendidikan tersebut. Para guru dari Kabupaten lain ini memuji Siak dalam
pendidikan Agama," ujar Bupati dua periode ini juga dalam sambutannya,
Minggu (11/6/2017).
Sebelum
acara dilanjutkan dengan tausiah dari Ustadz Dr. H. Mustafa Umar, Lc., MA, asal
Pekanbaru, Bupati dua periode ini juga menjelaskan program gemar zakat yang
sudah 4 tahun dijalankan oleh Pemkab Siak ini juga ingin dicontoh oleh
Kabupaten dan Kota lainya di Riau. "Ini membuktikan bahwa apa program yang
sudah berjalan di Kabupaten Siak ini terbilang sukses. Hal-hal ini dapat kita
lanjutkan programnya agar lebih baik lagi dari sekarang. Seperti contohnya
zakat, masih banyak orang yang berzakat dengan caranya sendiri dan tidak
mengikuti sunah rasul," ujar Syamsuar.
Untuk
itu, Syamsuar mengajak seluruh Camat mendata masyarakatnya yang tergolong
mampu. Mereka ini akan diundang secara khusus dan nantinya akan diberikan
penjelasan tentang berzakat ini. "Ini bagian dari tugas saya sebagai
pemimpin. Saya harus mengajak wajib zakat untuk berzakat. Untuk menyentuh hati
orang-orang kaya ini perlu juga kita mendatangkan ustadz dari luar daerah. Hal
ini sudah saya lakukan saat berkunjung ke Kabupaten dan Kota lain di Riau
dengan membawa ustadz KH Tengku Zulkarnaen," imbuh Bupati. (Hd)