0 menit baca 0 %

Bupati Rohul, Hakekat Tasawuf Itu Adalah Penyucian Hati dan Jiwa Setiap Saat.

Ringkasan: Pasir Pengaraian (Humas). Bupati Rokan hulu Drs.H.Achmad M.Si di depan 1500 peserta Seminar Nasional Lentera Tasawuf yang dilaksanakan di Islamic Centre Rokan Hulu pada hari Rabu (1/10) Komplek Perkantoran Pemda Rokan Hulu menyampaikan bahwa hakekat tasawuf itu adalah penyucian hati dan jiwa setiap...

Pasir Pengaraian (Humas). Bupati Rokan hulu Drs.H.Achmad M.Si di depan 1500 peserta Seminar Nasional Lentera Tasawuf yang dilaksanakan di Islamic Centre Rokan Hulu pada hari Rabu (1/10) Komplek Perkantoran Pemda Rokan Hulu menyampaikan bahwa hakekat tasawuf itu adalah penyucian hati dan jiwa setiap saat, hal ini di kutif dari pernyataan Buya Hamka salah seorang ulama besar Indonesia yang diakui oleh dunia yang berasal dari Sumatera Barat, ulas Bupati.

Seminar tasawuf dalam rangka mengenang Syech Haji Ibrahim Al-Kholidi Naqhsyabandiyah, salah seorang tokoh tareqat yang berasal dari Rokan Hulu. Yang mana acara dimaksud untuk membangunkan kembali ghirah keberagamaan masyarakat dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mensucikan diri dari perbuatan dosa dan tipu daya dunia, sejarah ulama dan pencerah agama perlu selalu kita ingat agar kita tidak salah jalan dalam memahami agama untuk meningkatkan amal sholeh.

Dalam masyarakat kita, ada 3 cara pandang kelompok masyarakat yang berkembang dalam melihat dan memahami sejarah ketokohan ulamanya; kelompok pertama Ada sebahagian orang yang tidak peduli dengan sejarah atau ulama mereka. Ke-dua, ada kelompok yang terlalu berlebihan terhadap tokoh ulama bahkan melebihi Nabi atau mengkultuskan, dan yang ke-tiga ada kelompok umat Islam yang menghargai dan menjadikan ulama sebagai panutan karena kedekatannya kepada Allah SWT, adapun tasawuf melalu tareqat merupakan suatu jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun dalam perjalanannya ada 2 pendekatan yang sering kita jumpai dalam masyarakat, pertama pendekatan negatif yaitu pengamalannya yang sudah keluar dari Al-Qur’an dan Hadist sehingga menghambat kedekatan kepada Allah, yang kedua pendekatan positif yaitu dijalankan sesuai dengan syari’ah sehingga mendapatkan jalan yang benar serta mengalahkan cinta dunia didalam hati,itulah tujuan tareqat yang sebenarnya, semoga dengan seminar ini membuka lembaran baru tentang hakekat tasawuf jalan mendekatkan diri kepada Allah melalui tradisi suluk yang telah di gagas oleh ulama pendahulu kita seperti Syekh Haji Ibrahim Naqsabandiyah yang berasal dari Rokan Hulu, papar Bupati.

Adapun turut hadir dalam acara tersebut menurut sekretaris panitia Drs.H.Ahmad Supardi kepada Humas yaitu, Ketua JATMI Pusat KH.DR.Maktub Efendi, Dekan Fak Ushuludin UIN Sumut, UIN Imam bonjol Sumbar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Makassar, UIN Suska Riau, Ka.Kankemenag dan MUI Kab/Kota Se-Riau, Pimpinan Tareqat Se-Riau Porkompinda Rohul serta pimpinan Surau Suluk/Kholifah se-Rokan Hulu, Mahasiswa UIN Suska dan Univ.Rokan Hulu yang berjumlah keseluruhan peserta sebanyak 1200 orang, dan Alhamdulillah sebahagian besar undangan hadir, pungkas Ahmad Supardi.(AZ)