Riau (Inmas) – Kloter 19 BTH Kuansing hari ini tiba di Embarkasi Haji Antara Riau (21/07/19). Pemberangkatan gelombang kedua ini kebetulan mengikutsertakan Bupati Kuansing, Mursini sebagai salah satu TPHD dan Kabid PHU, Erizon Efendi.
Dalam wawancara, Mursini mengutarakan kalau dirinya baru pertama kali mendaftar menjadi tim pemandu haji daerah dan kebetulan ia sebagai pejabat daerah.
“Tapi berbeda dari biasanya. Kalau biasanya biaya bersumber dari APBD tapi saya menggunakan biaya mandiri”. Tuturnya.
Ia menilai pelayanan di Embarkasi Haji antara Riau sementara ini cukup bagus. Karena belum ada keluhan dari Jemaah menyangkut fasilitas Embarkasi. Sepulang dari ibadah haji nantinya saya akan informasikan kalau ada keluhan jemaah tentang penyelenggaran ibadah haji ini. Menurutnya perlu terus dibenahi oleh oleh pihak pemda dan Kemenag perihal Aula Kedatangan dan Keberangkatan yang masih terbatas luasnya agar jemaah haji lebih merasa leluasa nantinya.
Dalam waktu dan tempat yang sama, Erizon Efendi bersama istri mengaku sudah mengantri selama 8 tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci. Daftar bulan juni 2011. Berhubung saat itu ada pengurangan kuota secara nasional dari 2013-2016 jadi Riau mundur satu tahun. Seharusnya tahun 2018 ia telah berangkat ke tanah suci.
“Tidak ada perlakuan khusus bagi pejabat. Semua jemaah diperlakukan sama karena sistemnya SISKOHAT. Antriannya sesuai tanda daftar. "Sekarang ini antriannya 15-19 tahun”. Tandasnya.(vera)