0 menit baca 0 %

Bupati Kampar: Mari Pahami Hijrah Yang Sebenarnya

Ringkasan: Kampar (Humas) – Mari kita Pahami makna Hijrah yang Sebenarnya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer dalam arahannya saat membuka acara seminar sehari yang dihadiri Lebih dari 100 orang pejabat di lingkungan Sekretariat Kabupaten Kampar hingga Kepala Desa di Bal...

Kampar (Humas) – Mari kita Pahami makna Hijrah yang Sebenarnya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer dalam arahannya saat membuka acara seminar sehari yang dihadiri Lebih dari 100 orang pejabat di lingkungan Sekretariat Kabupaten Kampar hingga Kepala Desa di Balai Bupati Kampar di jalan M Yamin Bangkinang Jumat (8/11).

Selama setengah hari mereka diberikan pencerahan ilmu soal hakikat hijrah yang sesungguhnya dalam seminar bertajuk “Seminar Sehari dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah 1435 H”. DR M Taufik dari Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga dan DR Dasman Yahya Ma’ali, imam besar masjid Al-Ikhsan Markaz Islamic Center Bangkinang, menjadi pemateri di acara yang dibuka langsung oleh Bupati Kampar Jefry Noer itu.

“Saban tahun kita merayakan pergantian tahun hijriah. Pertanyaannya, sudahkah kita bertanya pada diri kita masing-masing, dosa apa yang sudah kita lakukan? Dan sudahkah kita menjadikan pergantian tahun ini sebagai momen hijrah?” kata Jefry Noer saat akan membuka acara itu. Kebanyakan orang kata Jefry justru sering mengeluh soal beratnya cobaan hidup. Tapi sangat sedikit yang bertanya,”Sudah berapa besar dosa yang saya lakukan,”katanya.

Jefry mengatakan, seminar kali ini ada baiknya dimanfaatkan bukan sekedar menimba ilmu. Lebih dari itu, juga mesti bisa menjadi ajang koreksi diri. “Lantaran itu, ikutilah dengan serius, supaya tidak mubazir waktu dan biaya. Sebab yang mubazir-mubazir itu sangat dibenci Allah”, ingatnya.

Kepada para nara sumber, Jefry berharap arahan serta bimbingan ilmu tentang bagaimana sesungguhnya hijrah itu menurut islam dan Nabi Muhammad SAW. Dalam program lima pilar yang kini sedang digesah Pemkab Kampar kata Jefry, sebenarnya penuh dengan hakikat hijrah.

“Kita sudah membikin Perda Maghrib mengaji. Lalu kita juga sudah berusaha menzerokan kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh. Yang semacam ini kan sama dengan perubahan ke arah yang lebih baik. Inilah bagian dari hakikat hijrah itu,” tutupnya. (Ags)