Bengkalis (Humas) – Hari Sabtu (30/5), bertempat di lapangan tugu bengkalis dilaksanakan pembukaan MTQ tingkat Kabupaten bengkalis yang ke – 40. MTQ yang diikuti oleh utusan dari 8 Kecamatan dan 1 utusan dari LPTQ Kab. Bengkalis ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 6 Mei 2015.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Bengkalis, Wakil Bupati Bengkalis, Ka. Kanwil Kemenag Riau, Ketua DPRD Bengkalis, Forkominda, Sekda kab. bengkalis, Ka.Kan kemenag Kab. bengkalis, Ketua MUI Bengkalis, Ketua LPTQ Bengkalis, Camat dan KUA Se-Kecamatan Bengkalis serta kafilah peserta MTQ ke 40 Tingkat Kab. Bengkalis.
Dalam sambutannya Ka. Kanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Drs. H. Tarmizi Tohor, MA menyampaikan, “penyelenggaraan MTQ tidak hanya sekedar bermakna sebagai peneguhan syi’ar Islam, tetapi untuk mengukur pembalajaran Islam di masyarakat, baik melalui TPQ dan TPSA sesuai dengan perda magrib mengaji, apa bila daerah berhasil melakukan pembelajaran Al Qur’an di lingkungan masing-masing berarti daerah tersebut dapat melakukan pengkaderan Qori/Qori’ah yang berprestasi secara mandiri, sehingga dapat mengirimkan utusan nya pada setiap MTQ.”
Tarmizi juga menambahkan bahwa pembudayaan membaca Al Quran ini tidak hanya sampai pada MTQ, tapi perlu pula disikapi dalam kehidupan sehari-hari apakah kita sebagai umat muslim telah mengamalkan Al Quran, apakah sistem nilai dan budaya telah mencerminkan jati diri sebagai bangsa dan negara yang berpenduduk muslim terbesar. Meyakini Al Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan yang tidak habis untuk di gali dan dipelajarai, untuk itu kegiatan kajian Al Quran perlu ditingkatkan pada masyarakat.
“Semua lembaga Perguruan Tinggi Islam baik Negeri maupun Swasta agar dapat meningkatkan perannya dalam membina disiplin ilmu yang berkaitan dengan Al Quran. Signifikasi nilai-nilai kandungan Al Quran perlu di tumbuh kembangkan melalui proses pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Ditengah-tengah arus globalisasi dan pergeseran sistem nilai, norma dan prilaku masyarakat maka nilai-nilai Islami spirit Al Qur’an harus dijadikan rujukan utama baik dilingkungan keluarga maupun dilingkungan sosial dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Tarmizi.
Sementara itu Bupati Bengkalis Ir. H. Herliyan Saleh menyampaikan bahwa Al Quran merupakan bagian terpenting. Al Quran sebagai sumber peradaban yang membimbing umat manusia menuju kemajuan dan kebahagiaan yang hakiki.
“Al Quran adalah spirit dalam pembangunan fundamental keberagaman peradaban, seperti sejarah bani umayyah. Al Quran sebagai sumber inspirasi dalam membangun pengetahuan dalam rangka merealisasikan fungsi kemanusiaan yaitu fungsi sebagai khalifah ataw pemimpin dunia dan fungsi sebagai insan atau manusia,” jelas Herliyan Saleh.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk membaca Al Quran sebagai bacaan setiap hari. Sebab, ayat suci Al-Quran merupakan sumber inspirasi umat manusia menuju keselamatan Dunia dan akhirat. Dan juga di dalamnya berisikan pesan yang mengandung nilai seni sastra bernilai tinggi, sebagai tuntutan umat Islam. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan kepada 8 pengurus LPTQ Kecamatan Se- kabupaten bengkalis untuk pembinaan Qori/Qori’ah di wilayah kecamatan masing-masing. (ana)
*edit by novam