Buku Merupakan Lambang Kejayaan Peradaban Islam
Ringkasan:
Pelalawan (Humas)- Safari Ramadhan ini dilakukan kementerian Agama untuk melihat dari dekat gerak nadi kehidupan beragama di Kabupaten Pelalawan. Keberagamaan kita semakin hari semakin mengkhawatirkan, seperti meningkatnya kasus perceraian, perselingkuhan dan kenakalan remaja.
Pelalawan (Humas)- Safari Ramadhan ini dilakukan kementerian Agama untuk melihat dari dekat gerak nadi kehidupan beragama di Kabupaten Pelalawan. Keberagamaan kita semakin hari semakin mengkhawatirkan, seperti meningkatnya kasus perceraian, perselingkuhan dan kenakalan remaja. Makanya tugas kementerian agama itu semakin hari semakin berat. Oleh sebab itu perlu dibantu oleh semua elemen, mulai pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan masarakat itu
sendiri. Tanpa ada kerjasama yang apik dari semua pihak ini maka pembangunan mental spiritual umat di kabupaten ini akan terkendala. Dan itu akan berdampak pada kita semua," demikian disampaikan Drs. H. Zulkifli, Kepala Kemenag Pelalawan sempena Safari Ramadhan Kemenag Pelalawan di masjid Baitul Makmur Kecamatan Bunut, malam 05 Agustus 2012.
Pada acara safari Ramadhan kantor kemenag Pelalawan sempena peringatan Nuzul Quran ini, kemenag juga menyerahkan bantuan untuk dua Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) di Kecamatan Bunut. Masing-masing PDTA menerima uang sejumlah 7.500.000 rupiah. Selain bantuan berupa uang, Kemenag juga menyerahkan 1 paket Alquran yang berisi 28 eks bagi masjid Baitul Makmur.
Pada safari Ramadhan perdana kemenag Pelalawan ini tampil penceramah H. Griven H. Putera, M.Ag. Pada kesempatan itu H. Griven, M.Ag menguraikan tentang tiga hal keutamaan bulan Ramadhan. Pertama, esensi puasa. Kedua, esensi Alquran. Ketiga, esensi Lailatul Qadar.
“Kenapa orang gembira menyambut datang bulan Ramadhan itu dijamin Rasul saw. akan diharamkan neraka? Pertama, karena di bulan Ramadhan iniditurunkannya syariat puasa, yang inti puasa itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan rasa solidaritas manusia kepada semua makhluk. Kedua, karena pada bulan ini turunnya Alquran sebagai lambang kejayaan peradaban Islam. Puncak peradaban Islam itu adalah dunia intelektual, dunia buku. Alquran itu buku. Buku yang menjadi way of life bagi semua umat manusia. Peradaban yang dibangun nabi Muhammad. saw tidak dalam bentuk fisik dan konkret tapi dalam bentuk sesuatu yang abstrak berupa pencerahan spiritual dan intelektual. Yang ditinggalkan nabi bukan istana megah atau bangunan-bangunan monumental tapi Alquran dan Sunnah, buku sumber nilai dan sumber ilmu pengetahuan. Bahkan ayat pertama yang turun itu merupakan perintah untuk mengembangkan intelektual dan spritual. Ikrak! Baca! Baca! Baca!†kata Haji Griven.
Selain dua keutamaan Ramadhan di atas, turunnya lailatul qadar merupakan sebuah bonus istimewa bagi umat Islam yang tidak pernah diberikan kepada umat lain. “Bayangkan. Beribadah satu malam saja bisa dihargai selama
seribu bulan atau lebih kurang delapan puluh tiga tahun. Sungguh sayang Allah. swt pada umat nabi Muhammad saw ini. Umurnya pendek tapi amalnya banyak,†kata Haji Griven.
Camat Bunut dan H. Badardin, S.Ag, Kepala KUA Kecamatan Bunut serta semua masyarakat Kecamatan Bunut menyambut baik kegiatan Kemenag Pelalawan ini. “Kami berharap supaya Pak kepala Kemenag tidak bosan-bosannya mengunjungi dan menilik kegiatan keagamaan di Kecamatan Bunut ini,†harap Badardin. (griven)