Indragiri Hulu, ( Inmas ). Berkaitan dengan toleransi antar umat beragama tidaklah cukup hanya sebatas dengan himbauan, seminar, sosialisasi, lokakarya, bimtek, dan lain sebagainya yang bersifat teoritis belaka, maupun dengan membentuk suatu lembaga yang namanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Hal yang sangat penting dilakukan setiap dari diri kita adalah mewujudkan tindakan nyata yang kita lakukan terkait dengan toleransi antar umat beragama, sehingga dengan tindakan nyata tersebut dapat pula menjadi inspirasi bagi pemeluk agama lain untuk berbuat hal yang sama.
Terkait dengan sebagaimana hal tersebut di atas, ketika pelaksanaan menyambut & memeriahkan tahun baru 1 Muharram 1441 H oleh SDN 001 Pekanheran Kecamatan Rengat Barat Kab. Inhu, ( pada gambar tampak seorang ibu tanpa berjilbab ) Elli Rosita Purba, S.Pd SD ( guru kelas untuk kelas 3 SDN 001 Pekanheran ) seorang pemeluk agama Kristen tampak hadir bersama peserta didik ketika melaksanakan pawai ta’ruf menyambut & memeriahkan tahun baru 1 Muharram 1441 H.
Dengan apa yang ada pada dirinya, juga dengan apa yang ada pada mereka, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Elli Rosita Purba untuk turut serta memberikan sesuatu hal yang dapat mensukseskan kegiatan pawai ta’ruf tersebut, misalnya membantu mengatur ataupun merapikan, serta menertibkan barisan peserta didik yang akan mengikuti pawai ta’ruf tersebut.
Dari apa yang terlihat tersebut, keindahan kerukunan antar umat beragama ini merupakan modal penting bagi bangsa ini untuk senantiasa maju dan berkembang sebagai bangsa yang besar. Tradisi saling membantu, menghargai dan menghormati bukan lagi menjadi sesuatu yang harus dipaksakan atau ditekan, tetapi sudah menjadi jati diri atau karakter bangsa hendaknya.
Bentuk kerukunan yang nyata ini selanjutnya menjadi penyejuk bagi setiap pemeluk agama. Berbeda keyakinan tetapi bersatu dalam keragaman. Tidak ada perasaan dijauhi atau dimusuhi yang membuat orang lain merasa tidak aman atau was-was.
Saripah, S.Pd.SD, selaku kepala sekolah tersebut menyatakan bahwasanya di antara tenaga pendidk SDN 001 Pekanheran, toleransi beragama terpelihara dengan baik dan harmonis dengan menjalankan keyakinannya masing-masing. Seluruh tenaga pendidik menjadi satu kesatuan keluarga besar SDN 001 Pekanheran. Yang paling utama yang mesti di lakukan adalah terkait dengan proses belajar dan mengajar yang sesuai dengan standarisasi pendidikan nasional, dengan harapan tercapainya generasi penerus bangsa yang handal yang berakhlak mulia, sehingga terkait dengan perbedaan keyakinan bukanlah menjadi suatu persoalan.
Fitriani, S.Pd.I selaku guru agama Islam ( untuk kelas 4, 5, dan 6 ) pada sekolah tersebut menyatakan, sangat penting untuk memberikan materi/pembelajaran ataupun bentuk nyata kepada peserta didik terkait dengan toleransi antar umat beragama, walaupun pada kenyataannya saat ini seluruh peserta didik yang ada di SDN 001 Pekanheran keseluruhannya beragama Islam.
Hal yang juga ia sampaikan kepada peserta didik ketika memberikan pengajarannya adalah bahwa di luar diri kita/di luar sana ada agama lain selain agama Islam yang diakui oleh pemerintah, yaitu Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, Hindu, dan Khonghucu.
Berbedanya agama kita ( Islam ) dengan mereka harus kita hargai dan hormati, akan tetapi yang terpenting dan utama adalah kita jaga Akidah kita sebagai umat muslim, demikian Fitriani menyampaikan keterangannya kepada tim Inmas Kankemeag kab. Inhu.(tulang)
BUKAN LISAN, SALAH SATU BUKTI NYATA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA
Ringkasan:
Indragiri Hulu, ( Inmas ). Berkaitan dengan toleransi antar umat beragama tidaklah cukup hanya sebatas dengan himbauan, seminar, sosialisasi, lokakarya, bimtek, dan lain sebagainya yang bersifat teoritis belaka, maupun dengan membentuk suatu lembaga yang namanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).