Indragiri Hilir (Inmas)- Kementerian Agama pada tahun 2018- 2019 menghadapi situasi eksternal yang akan mempengaruhi kinerja pegawai karena bakal ada gerakan- gerakan yang berusaha mempengaruhi potensi yang ada.
Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kakankemenag Inhil, H Azhari MA dan Kasubbag TU Kemenag Inhil, Guspiandi S Ag MM saat membuka Rapat Kerja Penyusunan Perencanaan Anggaran di Lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Inhil, Kamis (31/5/2018) di aula Kankemenag Inhil dengan dihadiri Kabar TU Kemenag Riau, Kasi Kasi, Kepala KUA dan Kepala Madrasah.
Menurut Ahmad Supardi, situasi eksternal tersebut yaitu Tahun Politik dengan 176 Pilkada di 17 Provinsi dan Pilpres, Keragaman yang tinggi tampa pemahaman, minimnya nilai nilai kebangsaan, kerawanan sosial, ekspektasi public, dan media sosial.
"Untuk itu Menteri Agama telah menetapkan program direktif yaitu e goverment dan layanan online, Sarapan Bersama Penyuluh Agama (Sapa), netralitas ASN dalam partai dan pilkada, silaturrahim lembaga keagamaan (salam), magang siswa/ mahasiswa (Nyantri), ngobrol pendidikan islam (Ngopi), ngobrol soal haji (ngaji), belajar rahasia nikah (berkah), bina kawasan dan guru kunjung, mengasah jati diri Indonesia (mengaji) dan halal Indonesia," paparnya.
Kabag TU Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, selaku pemateri pada kegiatan tersebut mengatakan, Raker Kemenag Kabupaten/ Kota telah dilakukan dalam rangka mengakomodir program program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2019.
"Raker Kemenag Kabupaten/ Kota sebagian besar sudah dilakukan, dan hari ini dilaksanakan di Kemenag Inhil. Hasil raker diharapkan dapat mengakomodir pagu sementara, sehingga sekitar oktober sudah ada pagu defenitif. Selain itu, harus ada program selama prioritas dan kita harap Kabupaten/ Kota menetapkan PTSP sebagai salah satu program prioritas, selain anggaran prioritas lain," ucapnya.
Sementara itu Kakankemenag Inhil, H Azhari MA dalam sambutannya menyebutkan, Kemenag Inhil sudah melaksanakan beberapa program kerja, diantaranya MoU dengan Bank Syariah Riau Kepri yang telah dilakukan dan beberapa program lain.
"Untuk tahun 2018 kita sudah melelang 4 KUA, BOS juga sudah kita cairkan termasuk anggaran anggaran lainnya. Menyikapi tahun politik, apalagi di Inhil ada Pemilihan Bupati, maka ASN harus tetap menjaga netralitasnya," harap Azhari.
Kasubbag TU yang juga ketua Panitia Raker, Guspiandi S Ag MM, untuk peserta kegiatan sebanyak 15 orang terdiri dari Kasi pada Kemenag Inhil dan Kepala Madrasah yang ada di Inhil.
"Raker ini merupakan motivasi kita untuk membuat program dan meningkatkan kinerja yang lebih baik kedepannya," jelasnya. (mus/dan/anto)
Buka Raker Inhil, Kakanwil Sampaikan Situasi Eksternal 2018- 2019 yang Harus Diwaspadai
Ringkasan:
Indragiri Hilir (Inmas)- Kementerian Agama pada tahun 2018- 2019 menghadapi situasi eksternal yang akan mempengaruhi kinerja pegawai karena bakal ada gerakan- gerakan yang berusaha mempengaruhi potensi yang ada.Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kakankeme...