Riau (Inmas) - Bertempat di PP Babussalam pada Selasa (21/11) Subbag Inmas Kanwil Kemenag Riau yang di pimpin oleh Kasubag Inmas Dedi Sahrul S Kom MSi melaksanakan pelatihan jurnalistik di Pondok Pesantren Babussalam yang berlokasi di jalan HR Subrantas no 62 panam Pekanbaru. Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 60 orang siswa yang terdiri dari 16 orang santri tingkat SMP, dan 44 santri tingkat SMA.
Pelatihan yang dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA tersebut dimulai tepat pukul 09.00 WIB di gedung Pustaka Lantai II PP Babussalam.
Dra H Imran Effendy Hasibuan MA selaku Kepala Sekolah SMA Pondok Pesantren Babussalam mengungkapkan ucapan terimakasih yang mendalam atas kesempatan yang diberikan kepada PP Babussalam untuk mengikuti pelatihan ini, Ia menginginkan apapun kegiatan yang digelar di pondok Babussalam bisa menggaung ditengah masyarakat ke seluruh pelosok.
Ia sangat mengharapkan pelatihan ini dapat mengkaderkan para siswa SMA dan akan ada follow up dari pelatihan ini kedepan, sehingga akan muncul para jurnalis muda nan handal dan profesional jebolan santri Babussalam. Ia mengatakan siapa yang bisa menguasai komunikasi maka dia akan menjadi pemenang dalam hidup, ucapnya memberi spirit.
Imran Effendi sangat mengapresiasi dukungan Kakanwil Kemenag Riau atas kesempatan mengikuti pelatihan yang digelar selama satu hari penuh itu. Kendati sesungguhnya PP Babussalam juga telah memiliki tim jurnalistik yang mengelola website PP Babussalam. terangnya.
Sementara itu Ketua Yayasan PP Yunan Helmi MKn mengungkapkan bahwa website yang dimiliki yayasan Babussalam sempat mengalami kevakuman beberapa tahun terakhir, tapi setahun ini telah aktif dan mulai berjalan kembali." Hanya saja selama ini website tersebut masih dikelola oleh tenaga profesional dari luar, belum dikelola oleh santri', katanya.
Pihaknya mengaku pelatihan ini bagaikan gayung bersambut bagi pihak Babussalam."Semoga melalui pelatihan ini santri akan dapat mempertajam keilmuan tentang jurnalistik sehingga mengentarkan santri menjadi tenaga profesional dalam dunia public relation", terangnya. "Karena ada yang hanya bisa saja namun belum mampu, bisa belum berarti sudah mampu", terangnya lagi.
"Gunakanlah momen ini sebagai wadah menambah ilmu bagi kalian, karena tidak semua sekolah bisa mendapatkan ilmu jurnllistik yang kita peroleh hari ini", imbuhnya. "Semoga ilmu hari ini akan memberi berkah yang banyak bagi kita semua" tutupnya.
Dunia menulis tidaklah mudah, menceritakan sebuah kejadian tidaklah mudah, menulis sebuah artikel tidaklah mudah, diperlukan kesungguhan. Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag ini mengawali sambutan pada pembukaan acara pelatihan jurnalistik yang beranggotakan empat orang pemateri tersebut.
AHS menilai bahwa pelaksanaan pelatihan jurnalist adalah wadah berharga untuk memperkuat keilmuan yang sudah dimiliki. Untuk itu mengajak para santri untuk mencintai dunia menulis, Pada kesempatan itu Ahmad kembali mengingatkan para santri, Jika ingin tahu dunia membacalah, Jika ingin menguasai dunia banyaklah menulis.
Menurutnya para ulama dan ilmuan Islam seperti Imam Hambali Syafi'i dan Maliki sangat banyak menulis buku buku tentang syari'at. Karena menulis adalah tradisi ulama, maka giatlah menulis karena kalianlah yang akan mewarisi dan melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu, ujar pria humoris tersebut. "Ujung pena lebih tajam dari pada sebuah senapan (pistol)", ungkapnya mengutip ungkapan Imam Syafi'i.
Semoga website yang selama ini dikelola oleh PP Babussalam kembali hidup dan kembali aktif dalam menggerakkan informasi akurat dan bermanfaat kepada masyarakat. Terkhusus lagi segala informasi kegiatan yang berkaitan dengan PP Babussalam, pesan Ahmad Supardi.
Sudah seharusnya santri jaman kini bisa mengelola informasi kegiatan, sekaligus memahami bagaimana meminimalisir dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif dari setiap informasi yang diterima, tandas bapak tiga anak ini.
Mengakhiri sambutan Ahmad memberikan spirit khusus kepada para santri. Ia mengupas tiga investasi utama dalam hidup yang wajib diterapkan santri, diantaranya adalah Investasi diri, yang terkait dengan perkembangan ilmu, investasi membantu orang tua, diharapkan anak anak santri ini bisa memperhatikan dan berbakti kepada orang tua, dan terakhir investasi amal yang akan mengantarkan kita untuk sukses, tidak hanya di dunia namun juga berkah diakhirat, tutupnya.(vera/mus/eka/faj/juki)