0 menit baca 0 %

Buka Pelaksanaan UD dan UPKP, Kakanwil : Jadilah ASN yang Bersyukur, Ini Pengingat Sederhananya

Ringkasan: Riau (Inmas) Menindaklanjuti Surat Edaran Sekjen Kemenag RI tentang Pelaksanaan Ujian Dinas dan UPKP Kemenag Anggaran Tahun 2019 Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Subbag Organisasi Tata Laksana Kepegawaian, menyelenggarakan Kegiatan Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat di...

Riau (Inmas) – Menindaklanjuti Surat Edaran Sekjen Kemenag RI tentang Pelaksanaan Ujian Dinas dan UPKP Kemenag Anggaran Tahun 2019 Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Subbag Organisasi Tata Laksana Kepegawaian, menyelenggarakan Kegiatan Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat di Aula Lantai II Kanwil Kemenag Riau, Selasa (23/04).

Dalam sambutannya Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA mengatakan ASN yang mengikuti ujian dinas, merupakan suatu proses yang akan di laksanakan untuk memenuhi hak – haknya sebagai PNS  / aparat sipil negara. Materi test dibuat berdasarkan dengan standart Kementerian Agama RI.

Ia meminta seluruh panitia  berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola proses ujian tersebut, sementara kepada peserta Mahyudin mengajak untuk serius dan sungguh sungguh mengikuti seluruh tahap ujian. “Naik pangkat merupakan hak kita Aparat Sipil Negara dengan memenuhi syarat – syarat yang telah di tentukan”, ujarnya.

“Sebagai Aparat Sipil Negara marilah kita jaga amanat ini sebaik – baiknya. Dengan menggunakan waktu yang ada (07.30 – 16.00)  dan melaksanakan tugas masing – masing karena kita di gaji dengan mahal dari uang rakyat melalui negara”, tuturnya.

“Bagaimanapun, ASN dimanapun berada akan selalu menjadi sorotan oleh masyarakat, jadi tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan tugas dengan baik”, sambungnya lagi.

Tercatat anggaran di provinsi Riau saja, sekitar 1 triliun dan hampir 50% membayar untuk kepentingan PNS ( gaji dan segala macamnya). Berarti 500 milyar yang di habiskan untuk SDM, sebutnya. Untuk itu Mahyudin megajak selurub ASN Kemenag untuk mensyukuri kesempatan yang sudah diberikan untuk mengabdi dan berkontribusi untuk negara.

”Jika di bandingkan dengan masyarakat yang bekerja pontang panting kita harus lebih banyak bersyukur karena pekerjaan PNS merupakan pekerjaan yang santai terkadang akan tetapi menerima gaji yang cukup besar, bahkan gaji yang di dapat kan aparat sipil negara yang paling sedikit adalah Rp2.500.000 .  Jika di hitung dalam setahun minimal ASN menerima uang Rp 60.000.000  untuk gaji pokok saja, belum termasuk perjalanan dinas dan fasilitas negara lainnya”, lanjutnya berpesan.

Mahyudin mengajak peserta untuk meningkatkan etos kerja dan menanamkan integritas diri sebagai ASN.  Ia menambahkan begitu banyak masyarakat yang ingin menjadi Aparat Sipil Negara tetapi tidak memiliki kesempatan dan peluang. “Jadi marilah kita bekerja dengan sebaik – baiknya, jangan sampai kita sudah di diberi kesempatan malah berleha – leha dan akan di berhentikan karena tidak menjalankan tugas dengan baik”, tegasnya.