Siak (Inmas) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Siak melalui Seksi Bimas Islam gencar melakukan upaya peningkatan kualitas dan kapabilitas Ka KUA dan Penghulu, diantaranya melalui penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Musabaqah Baca Kitab (MBK) yang dilaksanakan pada, Kamis tanggal 16 Mei 2019 di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak.
Gelaran acara ini diikuti oleh seluruh Penghulu dan Kepala KUA Se-Kab. Siak ini bertujuan sebagai sarana peningkatan kualitas Ka KUA dan penghulu, serta momentum untuk meningkatkan semangat dan kecintaan para Ka KUA dan penghulu untuk senantiasa memiliki gagasan dan ide inovasi ilmiah serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkaji ilmu-ilmu, penelitian, pengujian survey dan evaluasi.
Kepala Kantor Kemenag Kab. Siak, Drs. H. Muharom berkesempatan membuka lomba dan menyapa para peserta. Pada sambutannya, dia menyampaikan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh para Ka KUA dan Penghulu. Tidak dapat dipungkiri, penghulu dan Kepala KUA memiliki peran dan posisi yang strategis di masyarakat, maka dari itu, perlu diimbangi dengan kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni agar mampu memberikan layanan yang prima bagi masyarakat.
"Sebagai penghulu, saat ini harus mampu melaksanakam kegiatan inovasi selain sebagai Kepala KUA yang juga mampu berinovasi dalam hal pelayanan dan memberikan kepuasan layanan kepada masyarakat. Untuk itu, penghulu dituntut selain memiliki wawasan kemasyarakatan, juga memiliki keilmuan agama yang mumpuni,” ungkap Muharom.
Perubahan dan perkembangan zaman tak ubahnya menjadi sebuah tantangan bagi penghulu dan Kepala KUA untuk senantiasa meningkatkan kualitas baik dari keilmuan agama, maupun wawasan seputar sosial masyarakat. "Kegiatan ini sifatnya rutinitas, sehingga tidak ada alasan untuk mengelak dan tidak mampu mengikuti dan melaksanakan LKTI dan MBK. Persoalan mampu atau tidak tergantung dengan hasil seleksi dan bagaimana proses pembinaan selanjutnya," ujarnya.
Perubahan zaman, lanjutnya, seyogyanya diimbangi oleh kemampuan penghulu dan Kepala KUA dalam menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat, selain dakwah melalui lisan, namun juga melalui tulisan. "Diharapkan melalui pesan–pesan tersebut mampu menghadirkan kesejukan di tengah-tengah masyarakat yang dinamis, kemampuan dalam berdakwah dan menulis tentu bukan sesuatu yang bisa diperoleh secara instan, namun perlu melalui proses pembelajaran. Belajar, belajar dan terus belajar," tegasnya.
Adapun juri lomba berjumlah empat orang terdiri juri karya tulis ilmiah yaitu Kepala Subbag TU Kantor Kemenag Siak, Drs. H. Nursya dan Staf Bimas Islam, H. Muhammad Ali Ashadi, M.Ag. Sedangkan juri bidang musabaqah baca kitab adalah H. Ahmad Muhaimin, S.Ag dan H. Zubir Efendi, M.Sh. Terkait MBK, kitab rujukan dalam lomba ini antara lain adalah Kifayah Al Akhyar karangan Syekh Taqiyuddin Abu Bakar Muhammad Al Hushni. Sedangkan lomba KTI tema terkait dengan Tupoksi Penghulu. (Hd)