0 menit baca 0 %

Buka Kegiatan KKG RA, Kasi Pendis Kankemenag Siak Harapkan KKG Membahas Hal Konstruktif

Ringkasan: Siak (Inmas) - Kelompok Kerja Guru (KKG) Raudhatul Athfal (RA) jajaran Kantor Kemenag Siak laksanakan kegiatan Rapat Kerja sekaligus koordinasi. Kegiatan pertemuan silaturrahmi ini dihadiri Kepala RA, Guru RA Se-Kabupaten Siak. Kegiatan KKG RA ini dibuka oleh Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pe...

Siak (Inmas) - Kelompok Kerja Guru (KKG) Raudhatul Athfal (RA) jajaran Kantor Kemenag Siak laksanakan kegiatan Rapat Kerja sekaligus koordinasi. Kegiatan pertemuan silaturrahmi ini dihadiri Kepala RA, Guru RA Se-Kabupaten Siak. Kegiatan KKG RA ini dibuka oleh Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis), H. Resman Junaidi, S.HI didampingi Ketua Kelompok Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Syaifudin dan anggota Pengawas, Fadlullah, S.Pd.I.

Dalam arahannya saat membuka acara, H. Resman Junaidi selaku Kasi Pendis menyampaikan apresiasi terhadap keaktifan IGRA dibawah pimpinan ibu Tuti Suryati, yang telah melaksanakan KKG RA dengan terjadwal. H. Resman mengaharapkan KKG RA punya nilai tambah, senantiasa membahas permasalahan yang berkaitan dengan tugas dan isu aktual terkait RA dan fungsional guru. KKG merupakan wadah untuk bersilaturrahmi yang membahas teknis kompetensi yang dibutuhkan seorang guru RA untuk mencerdaskan peserta didik dalam masa emasnya, dan tetap berkoordinasi aktif dengan para walimurid dan pengurus yayasan.

Lebih lanjut, Resman  menuturkan bahwa sebisa mungkin guru pendamping dituntut untuk membuat anak merasa senang, merasa nyaman, dan merasa semangat ketika proses pembeajaran berlangsung. Dengan ini, bisa dikatakan bahwa tugas sebagai guru Radhatul Athfal bisa terlaksana dengan baik. “Radhatul Athafal menitik beratkan pada aspek perkembangan anak, transfromasi dan internalisasi nilai spiritual keislaman. Serta, anak-anak bukan dituntut secara keras untuk berfikir, namun keunikan yang terjadi anak  yang belajar di Radhatul Athfal belajar sambil bermain dengan diwarnai keagamaan Islam,” jelasnya. (Hd)