0 menit baca 0 %

Buka Grand Camp 2018 MAN 2 Pekanbaru, Kakanwil Paparkan Hal ini

Ringkasan: Riau (Inmas) Kakanwil kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA membuka kegiatan Grand Camp 2018 di km 8 Tapung Kampar pada Rabu 14/02. Kegiatan yang dibuka pada pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh 350 siswa kelas X MAN 2 Pekanbaru, Kepala Sekolah MAn @ Pekanbaru, para majelis Guru dan para guru pembina...

Riau (Inmas) – Kakanwil kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA membuka kegiatan Grand Camp 2018 di km 8 Tapung Kampar pada Rabu 14/02. Kegiatan yang dibuka pada pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh 350 siswa kelas X MAN 2 Pekanbaru, Kepala Sekolah MAn @ Pekanbaru, para majelis Guru dan para guru pembina pramuka.

Kakanwil mengajak para siswa madrasah agar menerapkan dan tidak melupakan janji Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Bahkan Ahmad Supardi memaparkan beberapa nilai nilai yang bisa diambil dalam kegiatan pramuka (perkemahan siswa). Nilai  silaturrahim menjadi poin pertama yang disebutkannya.”Apalagi dengan pertemuan selama tiga hari penuh ini, berkomunikasi dan berinteraksi tentu bisa meningkatkan ukhuwah islamiyyah diantara  keluarga besar MAN 2 Pekanbaru" terang Ahmad.

Kedua, menerapkan nilai nilai agama, lanjutnya karena yang terkandung dalam ajaran Islam baik itu Alquran dan hadits bisa diimplemetasikan dilapangan,  yang secara otomatis mengajak kita bersentuhan dan berkenalan secara langsung dengan alam. Ketiga mengembangkan bakat minat siswa secara optimal, apakah itu dalam bentuk olahraga dan seni, olahraga, maupun diskusi. Dan yang tak kalah penting adalah mengajak kita berfikir bagaimana beradaptasi dengan alam, sehingga akan menambah kecintaan terhadap alam semesta agar selalu termotivasi untuk selalu menjaga kelestariannya, sebut bapak tiga anak ini menyebutkan poin terakhir dari nilai pentingnya kegiatan pramuka.

“Saya menilai kegiatan pramuka yang digelar MAN 2 Pekanbaru sudah menunjukkan dispilin yang tinggi, dibuktikan dengan pelaksanaan upacara dilaksanakan tepat waktu”, terangnya. Begitu pula untuk para petugas upacara perlu diberikan apresiasi. “Komandan upacara nya bagus, lantang dan tegas”, ucapnya.

Ia menitipkan pesan, agar siswa dapat mengikuti perkemahan dengan sikap positif. “Karena ini adalah sebentuk latihan yang jarang kita dapatkan, jadi lakukan lah dengan sungguh sungguh dan sebaik baiknya”pesan beliau.

Kepala Madrasah Norerlinda MPd mengatakan kegiatan grand camp tahunan ini melibatkan iswa 350, ditambah dengan ambalan 50 orang, guru pembina dan guru sekitar 50 orang, jadi total semua yang mengikuti kegiatan pramuka ini berjumlah 450 orang. Norerlinda mengatakan kegiatan tersebut telah disiapkan jauh hari sebelumnya, dimana bagian kesiswaan sebagai  penanggungjawab penuh kegiatan.

Ia menegaskan kegiatan ini akan dapat membentuk karakter anak anak mandiri, disamping mempererat silaturrahmi juga memberikan pembelajaran kepada siswa sekaligus mengaplikasikan teori teori yang diperoleh siswa dari guru khususnya pendidikan karakter.

Sementara itu salah seorang guru bahasa Arab dari Mesir Al Azhar Syeik Ahmad Shodiq Yusuf mengatakan kegiatan yang sangat luarbiasa karena Islam sendiri mengajarkan kita bagaimana kita mampu untuk bertadabbur dengan alam, rasulullah Saw juga mengajarkan kepada para sahabatnya untuk berolahraga salah satunya dengan memanah. “Ini kegiatan luarbiasa, yang dapat menghibur dan merefresh pikiran juga untuk meningkatkan fisik siswa”, tandasnya.

Setelah upacara, Kakanwil dihibur oleh beberapa antraksi siswa kelas XI dengan suguhan yang menarik ala anak pramuka. Seusai pertunjukan Kakanwil menyematkan tanda peserta kepada dua siswa perwakilan peserta. Kegiatan akan berlangsung dari 14 sd. 16 Februari 2018.(vera/adi/anto)