Kampar (Humas) – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Madrsah/sekolah ramah lingkungan. Di Madrsah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lipatkain selain penghijauan juga dengan pemanfaatan air secara bijaksana. Hal tersebut yang disampaikan Kepala MTsN Lipat Kain Martinus MA hari Selasa (21/04) diruang kerjanya.
Dikatakan Martinus, Apa yang dilakukan ini selain untuk persiapan program adiwiyata juga untuk meningkatkan kesadaran siswa mencintai lingkungan.
Madrasah yang berlokasi di jalan HR soebrantas Lipatkain ini memiliki fasilitas lingkungan yang memadai diantaranya dua buah kolam ikan untuk budidaya ikan air tawar. Ikannya pun bervariasi, mulai dari ikan nila, bawal, dan lele. Sebuah kolam dibangun di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilindungi oleh pepohonan yang rindang dan taman yang asri. Suasana yang hijau ini sangat mendukung siswa untuk belajar dengan nyaman.
Di samping musholla, juga dibangun kolam yang sumber airnya berasal dari limbah air wudhu. Sebelumnya, air wudhu yang sudah digunakan oleh 405 siswa terbuang begitu saja di selokan. Padahal airnya masih tidak begitu kotor. “Sekarang limbah air wudhu dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan menyiram tanaman.” ujar Kepala Madrasah.
“Harapan pihak sekolah dengan adanya pemanfaatan limbah air wudhu untuk budidaya ikan juga dapat meningkatkan pendapatan sekolah. Sehingga tercipta madrasah yang berwawasan lingkungan, indah, bersih dan nyaman.” pungkas Martinus.(Ags/evd)
(edit:vera)