Pekanbaru (Humas) – Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Riau H Mahyudin MA, sampaikan bahwa isu strategis yang muncul mencolok ke permukaan di Kementerian Agama tahun 2015 adalah Persoalan BOS (Biaya Operasional Sekolah). Biasanya pada bulan Februari sudah cair tapi tahun ini berlarut-larut.
“Hal ini disebabkan karena perubahan dari akun 57 ke 52. Tapi Kementerian Agama sampai hari ini terus berupaya agar kembali ke akun 52,” kata Kabid Penmad saat Rapat Kerja Pendidikan Madrasah di Hotel Grand Hawai Pekanbaru (10/06) yang dihadiri Kasi Pendidikan Islam dan Kepala Madrasah se-Provinsi Riau.
Kabid madrasah juga berharap kepada Madrasah Swasta agar memaklumi keadaan tersebut.
“Keadaan ini terjadi karena aturan memang menyulitkan kita untuk mencairkannya. Kalaupun sudah ada beberapa provinsi yang mencairkannya, menurut Menteri Agama, itu sama saja dengan bunuh diri,” lanjut Kabid.
Kabid Penmad juga mengingatkan jika dana BOS sudah masuk ke madrasah nantinya agar secepatnya membuat pertanggung jawaban.
“Kalau sudah masuk ke madrasah agar sebulan kemudian menyiapkan pertanggung jawaban. Kalau tidak, bisa jadi dana tidak akan dicairkan pada tarmen berikutnya,” tutup Kabid. (ghp)