Riau (Inmas) – Pegawai di lingkup Kanwil Kemenag Riau Kamis (09/11) di tes urin oleh Badan narkotika Nasional (BNN) setempat. Mereka terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) struktural mulai dari Kakanwil Kemenag Riau para pejabat eselon III dan IV hingga para staff di lingkungan Kanwil kemenag Riau. Tes urin dipusatkan di Aula besar Kanwil Kemenag Riau. Rombongan yang diketuai Zukdastri SP ini beranggotakan tim sebanyak 4 orang diantaranya satu orang penyuluh Pratama Sie Dayamas BNNP Riau Viola Nindita P SKM, Alpian Alimuddin SE MSi, Ditto Satriawan SPd, Tri Septiawan SPd.
Kepala BNN Provinsi Riau yang diwakili Kasi Dayamas BNNP Riau Zuldastri SP mengatakan kegiatan sosialisasi ini merujuk pada Dipa BNN 2017 Provinsi Riau untuk 10 instansi pemerintahan. Ditambah yang tertuang dalam Undang undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, Program kerja BNN Provinsi Riau Tahun 2017.
Kanwil Kemenag Riau adalah lembaga yang ke sembilan terkait pelaksanaan tes urin ini, sebutnya. Sebelumnya Kantor Kas Pernbendaharaan Negara menjadi destinasi pertama terkait pelaksanaan tes urin ini. Dilanjutkan oleh sejumlah lembaga pemerintah seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kesbang Linmas, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan kebudayaan.
Untuk pelaksanaan tes urin tim BNN akan mengawal masing masing ASN tersebut, akan tetapi hasil uji laboratoroiumnya tidak bisa dipublikasikan. Hal itu merujuk pada standart SOP tes urin. “Para peserta tes urin, yang laki laki akan didampingi tim yang laki laki begitu pula untuk karyawati akan dikawal tim kami yang wanita dari BNN. Untuk alat yang kita pakai dengan ukuran 6 parameter, mampu mendeteksi sejumlah narkoba seperi morvin, sabu, kokai, ganja dan benzo.
Kegiatan ini adalah salah satu teknis dalam upaya preventif berkembangnya narkoba di Riau. "Dari delapan instansi yang telah masih sangat kecil ditemukan terdeteksi Narkoba ini, paling hanya 0 koma persenlah", ucapnya.
Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi ini terjalin kerja sama antara BNN dengan Kemenag provinsi Riau terutama dalam bentuk sosialisasi. Dengan ada penyuluhan intens yang dilakukan Kemenag dan BNN makan akan bisa menekan angka narkoba di Riau. Pihaknya mengaku sangat respons jika ada penyuluh dari Kemenag yang mau turut berpartisipasi sebagai penyuluh Narkoba di BNN, tentu dengan melakukan tes kompetensi terlebih dahulu.
Dalam mencegah peredaran narkoba di Riau lanjutnya, BNN setempat masih menjalankan program pencegahan pemberantasan dan rehabilitasi, ucap Zuldastri.
Menanggapi hal itu, H Ahmad Supardi mengaku sangat menyambut baik program BNN terkait sosialisasi Narkotika dan Tes Urin kepada jajaran Kanwil Kemenag Riau. Mengingat persoalan narkoba ini sudah memasuki tahap gawat darurat untuk skala nasional. Persoalan besar terkait korupsi, terorisme dan narkoba sudah menjadi isue nasional yang perlu ditanggapi secara serius.
Pengambilan sample secara acak dari 50 orang pegawai Kemenag Riau diharapkan tidak ada yang terdektesi menggunakan Narkotika. “Jika pun ada yang terkena perlu kita lakukan pembinaan khusus, namun bukan langsung memberhentikan begitu saja, namun melakukan rehabilitasi berkelanjutan, ucap AHS.
Ia mengingatkan kepada seluruh pejabat termasuk staf di lingkungan Kanwil Kemenag Riau yang memeriksakan urinnya pada hari ini. ”Tidak usah khawatir karena hasil akan dirahasiakan oleh pihak BNN”, ucapnya. “Saya berharap ASN dilingkungan Kanwil Kemenag Riau tidak ada yang terdeteksi menggunakan obat obatan terlarang ini”, ucapnya lagi.
Ini sudah menjadi bagian dari pencegahan dari Kemenag untuk memerangi narkoba dan sejenisnya. Jangan sampai ada tendensi yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba. Hal ini juga bisa menjadi acuan bagi instansi vertikal lainnya untuk turut serta menjalani tes urin, tegas Ahmad Supardi.(vera/eka/joni)