Siak (Inmas) - Rasa bahagia tak dapat ditepis dari wajah
keluarga besar Pondok Pesantren Baiturrahman An Nizhom, Lukut, Kecamatan Minas.
Sebab dalam 3 bulan ini, mereka sudah panen 1 ton lebih ikan lele dari Bioflok
yang merupakan bantuan dari pusat melalui Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Siak. Hal ini sebagaimana dikutip dari releasean media Goriau.com. Sebagai wujud syukur tersebut keluarga besar
Pondok Pesantren Baiturrahman An Nizhon Minas, mereka menggelar syukuran dengan
mengundang masyarakat serta Bupati Siak dan OPD terkait.
Bupati Siak Drs H Alfedri melalui Kepala Dinas Peternakan dan
Perikanan Kabupaten Siak, Drh H Susilawati sebagaimana dilansir dalam
GoRiau.com mengatakan bantuan 10 unit kolam bioflok dari Kementerian Perikanan
dan kelautan RI, Direktorat perikanan Budidaya lengkap dengan pakan ikan, bibit
ikan dan bangunannya ini merupakan usulan beberapa tahun silam.
"Saat itu, kami bersama pak Gubernur Riau Drs H Syamsuar yang dulu
menjabat Bupati Siak mengunjungi Ponpes Baiturrahman An Nizhom. Pihak ponpes
menyampaikan usulannya untuk ternak lele tersebut, dan kita Dinas Peternakan
dan Perikanan Siak mencoba mengusulkan ke kementerian. Alhamdulillah
diakomodir," kata Susilawati.
Berapa nilai bantuan kementerian tersebut, Susi tidak
mengetahui pasti. Namun yang jelas nilao bantuan itu tentunya tidak sedikit,
karena tidak hanya tempat biofloknya, tapi bibit lele serta pakan dan
bangunannya juga bantuan dari pusat. "Peran
kita di sini hanya menjembatani masyarakat dengan pusat, dan menjemput alokasi
yang sudah memang ada di pusat untuk kesejahteraan masyarakat. Bangunan untuk
10 bioflok ini juga sangat bagus," terangnya di sela acara panen.
Bantuan bioflok ini sangat dirasakan manfaatnya oleh keluarga
besar Ponpes Baiturrahman An Nizhom yang berdiri sejak 2008 dengan jumlah santri
saat ini sebanyak 500 orang.
"Para santri bisa konsumsi ikan
tersebut dan jelas dengan konsumsi ikan, protein para santri akan terpenuhi
dengan baik sehingga membuat mereka cerdas. Jika biasanya mereka beli ikan di
luar Ponpes, sekarang tinggal ambil di kolam. Bahkan hasil panen juga kadang
mereka jual keluar dan dananya dipakai untuk kebutuhan Ponpes dan santri,"
paparnya. (Hd)