Meranti (inmas) - Akad nikah yang diucapkan atas nama Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, merupakan awal dari bagi calon pengantin untuk saling memberi ketenangan (sakinah) dengan mengembangkan hubungan atas dasar saling cinta dan kasih (mawaddah wa rahmah).
Namun untuk menciptakan keluarga yang dicita-citakan tersebut kita harus memahami problematika dan ujian-ujian dalam kehidupan berumah tangga, salah satunya adalah masalah kesehatan pasangan, baik kesehatan suami maupun istri, Sehingga Kemenag Kepulauan Meranti melaui Seksi Bimas Islam, melakukan bimcatin dengam salah satu materi nya adalah Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Bagi Pascatin Kamis (24/7) di Aula Kantor Kemenag Kepulauan Meranti.
dalam kesempatan ini materi kesehatan Reproduksi Dan seksual Bagi Pascatin di sampaikan oleh narasumber Dr.Sri Aryeti.S, salah seorang petugas dokter di puskesmas Alahair,.
Dr.Aryeti menyampaikan tentang pengetahuan Reproduksi dan Seksual, catin, dimana suami dan istri yang baru akad nikah harus paham dan mengerti hak dan kewajiban sebagai suami atau pun sebagai istri.
Dalam memutuskan sesuatu hendak nya bermusyawarah antara suami dan istri,seperti tentang memutuskan kapan akan mempunyai anak, berapa jumlah anak dan jarak kelahiran.
Selain itu juga kesadaran seorang suami dan seorang istri juga sangat penting dalam Mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual, serta efek samping obat-obatan, alat dan tindakan medis yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi dan seksual.
Berikutnya Dr.Aryeti juga mengingatkan kepada para catin agar sering-sering ke tempat pelayanan kesehatan jika merasa ada masalah kesehatan, untuk mendapatkan penanggulangan kesehatan yang terbaik dan untuk mendapatkan informasi yang lengkap, dan akurat tentang penyakit menular seksual, agar perempuan dan laki-laki terlindungi dari infeksi menular seksual (IMS) dan infeksi saluran reproduksi (ISR) serta memahami upaya pencegahan dan penularannya yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan seksual bagi laki-laki, perempuan serta dampak bagi keturunannya.
Tidak lupa pula bagi catin wanita agar sering berkonsultasi dengan pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh informasi dan pelayanan KB yang aman, efektif, terjangkau, dapat diterima, sesuai dengan pilihan tanpa paksaan.
Setiap perempuan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang dibutuhkan agar perempuan bisa sehat dan selamat dalam menjalani kehamilan, persalinan dan nifas serta lebih jauh lagi untuk memperoleh bayi yang sehat dan memiliki pertumbuhan yang seimbang.
Selanjutnya Dr.Aryeti menegaskan bahwa menjaga kebersihan organ reproduksi antara lain; Sebaiknya pakaian dalam diganti minimal 2 kali sehari. Tidak menggunakan pakaian dalam yang ketat dan berbahan non sintetik. Membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk atau tisu. Pakailah handuk yang bersih, kering, tidak lembab/bau, khusus bagi perempuan.
Terakhir Dr.Aryeti mengatakan bahwa tidak boleh terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina, Jangan memakai pembalut tipis dalam waktu lama, Pergunakan pembalut ketika menstruasi dan diganti paling lama setiap 4 jam sekali atau setelah buang air, bagi perempuan yang sering keputihan, berbau dan berwarna harap memeriksakan diri ke petugas kesehatan.
Begitu juga bagi laki-laki dianjurkan untuk mengurangi dan menjauh ketika merokok, lebih lanjut untuk menjaga kesehatan alat vitalnya, tidak berganti-ganti pasangan, karena selain iti dosa menurut Agama Islam,itu juga bisa mengakibatkan penularan penyakit, yang tidak hanya bisa membahayakan istri, juga bisa membahayakan bagi calon anak keturunan nantinya.