Riau (Inmas) - Untuk meningkatkan kompetensi penyuluh agama Katolik non PNS di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat ini, maka Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Riau menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Katolik Non PNS se-Riau di Hotel Drego pada tanggal 08 – 10 Maret 2020. Kegiatan tersebut digelar agar penyuluh selalu update, berkembang dalam kompetensi, wawasan dan pengetahuan. Demikian diutarakan Alimasa Gea SAg MPd Pembimas Katolik kepada humas, Senin (09/03).
Narasumber yang diundang dalam pembinaan ini terdiri dari unsur pemerintah Kanwil Kemenag Riau yakni Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Kabag TU Kanwil Kemenag Riau H Erizon Efendi SAg MPd, Pembimas Katolik Alimasa Gea dan dan dari unsur Gereja Rm. Klitus Il Dagomes Pr dari Gereja Santa Maria Ratu Rosario.
Sehingga harapannya penyuluh agama Katolik yang mendapat pembinaan melalui kegiatan tersebut, nantinya akan kembali kepada Gereja tempat mereka bertugas masing-masing untuk menerapkan hasil pembinaan penyuluhan agama Katolik non PNS.
Pembimas Katolik Alimasa Gea SAg MPd, menekankan tentang posisi penyuluh agama Katolik non PNS yang sangat penting dan strategis untuk menambah kekuatan barisan para pewarta Gereja. Ada hal yang menuntut kehadiran penyuluh, yaitu jumlah umat Katolik yang terus bertambah cepat namun tidak berbanding lurus dengan bertambahnya Imam.
Ali Masagea menyebut Bimas Katolik mempunyai tugas menghadirkan Pemerintah di tengah umat Katolik dan juga membawa umat Katolik untuk selalu berjalan bersama Pemerintah. Maka tugas penyuluh adalah melaksanakan tugas sebagai pewarta iman Katolik.
Selain itu Alimasa Gea mengingatkan betul bagaimana seharusnya peran penyuluh Non PNS di lapangan. Kendati nilai kesejahteraan yang diberikan pemerintah masih belum berbanding lurus dengan kontribusi kerja penyuluh yang cukup berat, tetaplah memberikan pelayanan dan pembinaan yang terbaik bagi umat, pesannya.
Terlebih dalam hal pelaporan kinerja. Menurutnya membuat laporan harian, bulanan ataupun tahunan itu sangat penting mengingat perlunya evaluasi kinerja bagi penyuluh.
Tak kalah pentingnya adalah sesuai dengan tugas dan fungsi penyuluh memberikan penerangan dan pencerahan kepada masyarakat disertai dalam bahasa agama. “Kami siap berdiskusi bila ada kendala kendala dilapangan,” katanya.
Dalam kegiatan ini ia berharap bahwa penyuluh mampu menjadi perekat dalam keanekaragaman suku bangsa dan agama serta aliran kepercayaan. Baginya keberagamaan merupakan hal yang tidak bisa di pungkiri karena semua penganut agama adalah satu kesatuan dalam NKRI.(vera/za)