0 menit baca 0 %

Bimbingan Manasik haji

Ringkasan: Rokan Hulu (inmas) Haji akan memberikan pengalaman tersendiri bagi Jamaah Calon Haji (JCH) yang berangkat ketanah Suci, pengalaman ini diperoleh secara pribadi dan tidak ada orang yang mengetahui selain diri anda dan orang lain yang anda ceritakan. Demikian disampaikan H.

Rokan Hulu (inmas) Haji akan memberikan pengalaman tersendiri bagi Jamaah Calon Haji (JCH) yang berangkat ketanah Suci, pengalaman ini diperoleh secara pribadi dan tidak ada orang yang mengetahui selain diri anda dan orang lain yang anda ceritakan. Demikian disampaikan H. Zulkifli kamis, 15/03 saat menberikan tausiah di bangun Purba.


selain itu peningkatan bimbingan JCH merupakan dari pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap JCH yang menjadi tugas pemerintah, Bimbingan manasik haji dimaksutkan untuk menjadi pedoman bagi jamaaj haji dalam melaksanakan haji sesuai dengan alurgerak dan tempat kegiatan ibadah.


Makmur, S. Ag Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bangun Purba dalam sambutannya menjelaskan manasik haji mandiri yang dilaksanakan di KUA Kecamatan merupakan langkah dasar untuk mengenal ritual pelaksanaan ibadah haji, karena itu diharapkan pada Bapak H. Zulkifli, S. Ag. M. Pd. I dapat memberi tuasiah pada Jamaah calon Haji (JCH) Kecamatan Bangun purba tahun 2018.


H. Zulkifli dalam tusiahnya menjelaskan niat dalam pelaksanaan ibadah haji menjadi rukun dalam pelaksanaan ibadah haji, karena itu niat pelaksanaan haji mutlak tidak bisa  ditinggalkan, dengan kata lain haji seseorang tidak syah tanpa ada niat dalam pelaksanaan haji tersebut.


Selain itu dalam hadis Rasullah SAW bersabda, yang artinya " sesungguhnya amal perbuata itu dimulai dengan niat, bahkan dalam penjelasan lain disampaikan bahwa niat itu jauh lebih baik dari amalnya, Amal tanpa niat akan sia-sia belaka, demikian juga dengan pelaksanaan ibadah haji,niat tetap harus diutamakan.


Dalam Akhir tausiah H. Zulkifli juga sempat menjelaskan Pengalaman yang diperoleh di Arap Saudi nanti tergantung bagaimana kita mensikapinya, karena itu berfikir Fositive menjadi modal utama dalam Pelaksanaan ibadah haji, selain itu hindari berkata kotor, karena berkata kotor selain merusak akhlak juga menunjukkan rendahnya moral, Jelas Zulkifli.


tidak ketinggalan H. Zulkifli juga menjelaskan haji mabrur dapat dilidat sesudah kembalinya kekampung halaman dimana pergaulan dengan masyarakat semakin baik dapat menjaga lidah yang pada intinya jelas H. Zulkifli haji mabrur dapat dinilai orang lain pada saat  pulangnya dari pelaksanaan haji tutup Zulkifli (rt).