0 menit baca 0 %

Bimas Islam Kuansing Gelar Siaran Keagamaan, Dialog Kerukunan, dan Moderasi Beragama

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi menyelenggarakan kegiatan Siaran Keagamaan Islam, Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Tahun 2025 pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Penyelenggara Haji dan Umrah dan diiku...

Kuansing (Kemenag) — Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi menyelenggarakan kegiatan Siaran Keagamaan Islam, Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Tahun 2025 pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Penyelenggara Haji dan Umrah dan diikuti oleh para penyuluh agama Islam dari seluruh KUA kecamatan di Kabupaten Kuansing.

Kasi Bimas Islam, Bahrul Aswandi, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Kuansing, membuka kegiatan dengan mengingatkan seluruh penyuluh agar terus meningkatkan kualitas diri dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas, menghindari segala bentuk gratifikasi, dan menjalankan tugas sesuai ketentuan. Selain itu, ia juga menekankan program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang harus tepat sasaran agar para remaja mampu mengenal diri, memahami perkembangan usia mereka, serta tumbuh menjadi generasi Qurani yang berpegang teguh pada nilai Al-Qur’an dan tidak mudah terbawa arus negatif. Bahrul juga mengajak penyuluh untuk menghidupkan surau dan masjid sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat layanan melalui prinsip Aman (Administrasi Manajemen Nikah), Berkah (Belajar Rahasia Nikah—Bimwin dan BRUS), dan Kompak (Konsultasi, Mediasi, dan Pelayanan Komunikasi) termasuk pendataan calon pengantin agar dapat didampingi dan disuluh sesuai kondisinya.

Dalam penyampaian materi, Bahrul Aswandi membahas Strategi Komunikasi Penyiaran di Era Digital. Ia mengutip QS. An-Nahl ayat 125 sebagai dasar bahwa dakwah harus disampaikan dengan hikmah. Bahrul menjelaskan bahwa strategi komunikasi merupakan rencana yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu, dengan beberapa aspek penting seperti kejelasan tujuan, ketepatan sasaran audiens, pemilihan saluran komunikasi, serta pemberian feedback dan evaluasi. Ia menekankan bahwa semakin banyak feedback antarpenyuluh maupun dari masyarakat, semakin baik pula efektivitas komunikasi yang dibangun. Ia juga memaparkan beberapa pendekatan dalam strategi komunikasi, mulai dari pemanfaatan multimedia, interaktivitas dengan audiens, penguatan personal branding seorang dai, hingga penyampaian pesan yang relevan dan sesuai isu kontemporer. Tantangan dalam penyiaran Islam melalui media sosial turut dibahas, termasuk perbedaan interpretasi ajaran, isu hoaks, dan keterbatasan interaksi langsung. Namun demikian, media sosial juga memberikan banyak keuntungan seperti jangkauan dakwah yang lebih luas, fleksibilitas dalam penyampaian pesan, serta peluang pemberdayaan audiens.

Pemateri kedua, Kasubbag TU Kantor Kemenag Kuansing Bakhtiar Saleh, melanjutkan dengan menyampaikan materi bertema Dialog Keagamaan, Kerukunan Intern Umat Beragama, dan Moderasi Beragama. Ia menekankan pentingnya membangun suasana rukun dalam keberagaman serta memperkuat moderasi beragama sebagai bagian dari tugas Kementerian Agama dalam menjaga harmoni sosial di masyarakat. (snz)