Kuansing (Kemenag) — Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi memberikan pembinaan kepada para Penyuluh Agama Islam Rayon Mudik pada Kamis (20/11/2025) di KUA Kecamatan Kuantan Mudik. Kegiatan ini dihadiri penyuluh dari empat kecamatan, yaitu Gunung Toar, Kuantan Mudik, Hulu Kuantan, dan Pucuk Rantau.
Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam mengingatkan agar penyuluh tetap giat melaksanakan tugas penyuluhan dan tidak terlena dengan hak atau insentif yang telah diterima. Ia menekankan pentingnya menciptakan kekompakan serta mengikuti aktivitas bersama, termasuk olahraga, sebagai bagian dari penguatan kerja tim.
Kasi Bimas juga menegaskan bahwa seluruh pelayanan di KUA bersifat nol rupiah, sehingga integritas dan profesionalitas menjadi perhatian utama. Ia menjelaskan bahwa Bimas Islam saat ini terus mengupayakan pengadaan mobilier KUA melalui anggaran yang tersedia. Program strategis yang kembali digiatkan adalah BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) dengan fokus pada pembinaan generasi Qurani dan pemahaman perkembangan remaja.
Dalam rangka Hari Amal Bhakti Kemenag, setiap kecamatan juga diwajibkan mengikuti lomba konten kreator penyuluh bertema kegiatan penyuluhan di lapangan, dengan batas pengiriman karya hingga 19 Desember 2025. Harapannya, seluruh penyuluh dapat terlibat aktif dalam agenda tersebut.
Kasi Bimas turut mengingatkan staf KUA mengenai implementasi program ASTA CITA PROGRAS, terutama program AMAN (Administrasi Manajemen Nikah), BERKAH, KOMPAK, dan LESTARI.
Bagi penyuluh yang ingin fokus pada kategori penyuluhan Buta Aksara Al-Qur’an, ia menekankan agar pengajar mengatur waktu secara terstruktur sesuai materi—meliputi akhlak, akidah, ibadah, dan thaharah—serta menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan masyarakat yang dibina. “Penyuluh harus menjadi stabilisator bagi masyarakat,” tegasnya. (snz)