0 menit baca 0 %

Bimas Buddha taja Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya

Ringkasan: Pekanbaru - (Inmas). Pembinaan Keluarga sangat dibutuhkan oleh semua orang, apakah itu yang belum berkeluarga atau lebih sering disebut calon Pengantin dan yang sudah berkeluarga baik itu keluarga rawan, ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan, MA, di...

Pekanbaru - (Inmas). Pembinaan Keluarga sangat dibutuhkan oleh semua orang, apakah itu yang belum berkeluarga atau lebih sering disebut calon Pengantin dan yang sudah berkeluarga baik itu keluarga rawan, ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan, MA, didampingi staf Bimas Budha Agus Listianto pada pembukaan acara Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya yang diselenggarakan Bimas Budha di Hotel Drego, pada 30 April 2017 kemarin.

Wati S.Ag selaku ketua Panitia menyampaikan acara ini diikuti oleh 40 Orang umat berasal dari Kota Pekanbaru, yang bertujuan untuk meningkatkan keluarga Budhis yang bahagia dan sejahtera yang  dihadiri Narasumber yang berkompeten dibidangnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Riau, Drs,H.Ahmad Supardi Hasibuan,MA.Pembimbing Masayarakat Budha, Tarjoko S.Pd, MM ,Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Riau,Armel Ozsa, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru, Kaidir.

" Keluarga adalah fokus Utama dalam membentuk suatu negara" papar Mantan Kepala Kantor Kabupaten Rokan Hulu ini. Keluarga yang baik niscaya akan menghasilkan negara yang baik. bagaimana caranya membentuk keluarga Sejahtera merupakan  inti dari permasalahan yang ada pada saat sekarang ini, dalam Budha itu berati Hitta Sukhaya.

dalam membentuk Keluarga yang sejahtera ada hal yang perlu diperhatikan

Pertama Pemilihan Pasangan , ada empat hal yang perlu diperhatikan Kecantikan, Keturunan, Harta dan Agama. 

Menurut Pandita ada empat hal juga yang harus diperhatikan Keyakinan, Moralitas, Kemurahan Hati dan Kebijaksanaan yang setara.

Kedua dengan melaksanakan hubungan Kelurga melalui Pernikahan yang dilakukan terbuka dihadapan keluarga kedua belah pihak beserta saksi.

Ketiga hidup berdampingan dengan masyarakat dengan memberikan kebutuhan secara lahir dan batin kepada kelurga dengan menerapkan ajaran agama sesuai dengan fungsinya sesuai kebutuhan masyarakat. 

Ahmad Supardi berharap melalui acara ini Semua umat bisa menjadi menyampaikan dan menularkan wahana keluarga Sejahtera dari diri sendiri hingga kelingkungan sekitarnya sehingga tercipta keluarga Budhis yang sejahtera dan bahagia.(belen)