Siak (Inmas) – di kutip dari GoRiau.com, Senin (04/09/17), Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau merupakan salah satu Kecamatan yang letaknya paling jauh dari pusat Kota Siak. Secara geografis Kandis ini berada di Jalur Lintas Sumatera dan memiliki penduduk yang ramai dari berbagai etnis, suku dan agama.
Sebagai wujud keberagaman itu, Camat Kandis Irwan Kurniawan sengaja membuat barisan khusus miniatur Indonesia lengkap dengan simbol kebhinekaan di pawai Mushabaqah Tilawatil Quran ((MTQ) Kabupaten Siak ke XVII. Masing-masing simbol kebhinekaan yang dibawa itu diserahkan kepada Forkompinda Siak di atas panggung utama pawai tepat di depan Istana Siak.
Disambut dengan tepuk tangan yang ramai, Bupati Siak, Drs H Syamsuar menerima Ulos Sumatera Utara kemudian dilanjutkan Wakil Bupati Siak Alfedri menerima Tanjak melayu.
Tak hanya itu, Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan juga menerima Blangkon yang merupakan simbol dari suku Jawa, Dandim 0303 Bengkalis menerima Tanjak Minang, Sekda Siak Tengku Said Hamzah menerima Tanjak Sakai dan Kadis Pendidikan Siak, Lukman menerima Tanjak Bali.
Camat Kandis, Irwan Kurniawan mengatakan Kandis sebagai Kecamatan yang terjauh dari Kota Siak ini memiliki penduduk paling padat dari Kecamatan lainnya. Dengan segala potensi, Kandis terus berbenah dan meningkatkan prestasinya. "Alhamdulillah, persembahan simbol kebhinekaan suku, etnis, dan agama yang ada di Kandis ini diterima dengan senang hati oleh Forkompinda Siak. Tentunya Kandis juga memiliki target juara pada pawai MTQ Siak ke XVII ini," ucap Irwan.
Pemcam Siak turunkan 469 peserta pawai yang terdiri dari barisan pramuka, Upika, UPT Pendidikan dan Kebudayaan, barisan pembawa baki bhineka tunggal ika bersama 6 anggota DPRD, barisan karnaval Budaya.
Selanjutnya disusul lagi dengan barisan ibu-ibu PKK, Dharmawanita, Guru dan perwiritan, marching band Ponpes Jabal Nur dan SMA LKMD, khafilah MTQ dan official, Tokoh Masyatakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan barisan ditutup dengan kereta kencana.