0 menit baca 0 %

Bidang Urais & Binsyar Gelar Orientasi SIMKAH

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Bidang Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) Kanwil Kemenag Riau menggelar Orientasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) pada tanggal 2 s.d 4 Mei 2016 bertempat di Hotel Alfha Pekanbaru. Hadir dalam pembukaan tersebut Pgs Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahy...

Pekanbaru (Inmas)- Bidang Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) Kanwil Kemenag Riau menggelar Orientasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) pada tanggal 2 s.d 4 Mei 2016 bertempat di Hotel Alfha Pekanbaru. Hadir dalam pembukaan tersebut Pgs Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Kabid Urais dan Binsyar Drs H Asmuni MA, Kasi Kepenghuluan Dra Hj Idah Heridah MM, Kasi Pemberdayaan Kantor Urusan Agama H Edi Tasman SAg MSi, para panitia dan peserta orientasi.

Kabid Urais dan Binsyar Drs H Asmuni MA dalam laporannya kepada Kakanwil mengatakan, kegiatan ini di ikuti sebanyak 75 orang peserta yang terdiri dari operator SIMKAH Kemenag Kabupaten Kota se Provinsi Riau dan hadir juga beberapa Kepala KUA.

“Alhamdulilah semua peserta yang di utus hadir 100 persen. Ini adalah semangat baru, semangat operator dan merupakan prestai awal, dan mudah-mudahan dengan semangat tinggi ini berlanjut kepada prestasi yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Asmuni.

Lebih lanjut dikatakan Asmuni materi yang disampaikan selain dari para pejabat dilingkungan Kanwil Kemenag Riau juga di undang narasumber dari Yogyakarta yang merupakan hak cipta admin SIMKAH. Selain itu juga di undang narasumber dari Disdukcapil Kabupaten Siak yang mengisi materi tentang pengenalan SIAK yaitu Sistem Informasi Administrasi Kependudukan.

Dalam materi yang disampaikannya, Asmuni mengharapkan agar pegawai di KUA dapat menerapkan 3S yaitu salam sapa dan senyum, baik itu PNS maupun pagawai honorer karena saat ini KUA menjadi percontohan Zona Integritas dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Menyangkut zona integritas, Asmuni menyampaikan bahwa zona integritas di Kementerian Agama khususnya di KUA memerlukan partisipasi masyarakat. Kalau masyarakat tidak berpartisipasi sangat sulit pencapaiannya. “Kami akan berterima kasih kepada saudara yang pelaksanaannya nikahnya di luar KUA, namun kami akan lebih berterima kasih lagi kepada saudara ketika petugas kami datang ke tempat pelaksanaan akad pencatatan dan ketika dia pulang saudara tidak membekali dengan nilai rupiah berapapun,” tegas Asmuni.

Sementara itu Pgs Kakanwil dalam pengarahannya memaparkan tentang tema kerja Kementerian Agama yakni bersih melayani dan lima budaya kerja Kementerian Agama yang terdiri dari integritas, profesionalitas, inovasi, keteladanan dan tanggung jawab. Kakanwil mengharapkan agar seluruh aparatur Kementerian Agama harus bersih secara keseluruhan dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya.

Kakanwil menginginkan sebagai operator SIMKAH harus mempunyai tanggung jawab, harus disiplin dan input data sesuai tugas dan tanggung jawabnya, meskipun sudah mendapatkan prestasi yang luar biasa, namun yang sudah diraih hendaknya dapat ditingkatkan lagi.

Kakanwil juga mengatakan bahwa KUA merupakan ujung tombak Kemenag. Untuk itu KUA wajib memberikan pelayanan yang terbaik. “Kepada kepala KUA terus lakukan pembinaan dan perbaikan, dan kita berharap KUA tetap menjadi Zona Integritas sebagai aparatur Kementerian Agama yang bersih melayani ditengah masyarakat, kita hilangkan image-image lama yang barangkali sudah merusak citra kementerian agama dengan hal-hal posistif dimasa mendatang,” harap Kakanwil. (js)