Riau (Inmas)- Untuk terlaksananya program bidang Penerangan
Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Riau telah menyusun
beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2019.
Kabid Penaiszawa Kanwil Kanwil Kemenag Riau, HM Saman S Sos
M SI dalam pemaparannya pada Raker Kanwil Kemenag Riau Tahun 2019 di Hotel Aryaduta
Pekanbaru, Rabu (27/2/2019) mengatakan, sesuai dengan PMA Nomor 13 Tahun 2012
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenag, Bidang Penaiszawa bertugas
melaksanakan pelayanan, bimbingan, pembinaan dan pengelolaan system informasi
di bidang penerangan agama Islam, Zakat dan Wakaf berdasarkan kebijakan teknis
yangditetapkan oleh Kanwil Kemenag.
โKita telah menetapkan program unggulan skala regional
maupun nasional. Dengan anggaran yang telah termaksup dalam DIPA tahun anggaran
2019 sekitar Rp2,6 M,โ ungkapnya.
Saman mengatakan, untuk program bidang Zakat dan Wakaf terdapat
8 kegiatan yang dilaksanakan yaitu zakat wakaf goes to campus, advokasi
sengketa harga benda wakaf, akreditsi atau sertifikasi lembaga pengelolaan
zakat yang memenuhi stnadar, update data SIWAK sekitar 1.000 lokasi pada 7
Kabupaten/ Kota, lokalatif agent of change ekonomi syariah, pemberian bantuan operasional
Baznas dan BWI tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota, workshop SKKNI bagi amil
zakat dan bantuan papanisasi 250 lokasi tanah wakaf.
Untuk bidang penerangan agama Islam juga telah ditetapkan 11
kegiatan yaitu pemilihan Penyuluh Agama Islam teladan PNS dan Non PNS/PAH
Provinsi, rekrutmen penyuluh agama honorer 2020-2022, pembinaan qoria/ qoriah
dan hafidzh dan hafidzhah, siaran kegamaan Islam melalui media televisi dan
radio, pemetaan wilayah dakwah, pengkaderan calon mubaligh, MTQ/STQ tingkat
Kabupaten/ Kota, bantuan lembaga/ ormas dan majelis taklim di Provinsi dan
Kabupaten/ Kota, festival bintang vocalis gambus, dialog kerukunan intern umat
beragama Islam, dan optimalisasi penggunaan system informasi pengerangan agama
Islam.
โKita juga punya program unggulan nasional 2019 diantaranya
rekrutmen penyuluh agama Islam non PNS, jambore penyuluh tingkat nasional (sapa
penyuluh), festival seni budaya bagi generasi milenial, pengiriman delegasi
gari/ qoriah dan hafidz/ hafidzah ke luar negeri, STQ Nasional, penguatan kader
mubaligh/ mubalighah muda, dan moderasi beragama bagi ormas Islam dan Majelis
Taklim,โ jelasnya dan berharap semua program tersebut dapat dilaksanakan dengan
baik dan tepat waktu, sehingga realisasi anggaran Bidang Penaiszawa yang sudah
baik, akan lebih baik pada tahun 2019. (mus/ana/anto/adi/faj)