Rokan Hilir (inmas)- Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menggelar Pembinaan Pengelola Education Management Information System (EMIS) Semester ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Kegiatan ini adalah kegiatan Kanwil Kemenag Riau yang dilaksanakan di Kantor Kemenag Kab. Rokan Hili, Senin (15/7/2019) di Aula Kantor.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag H. Agustiar S.Ag. Dalam arahannya Kakankemenag menjelaskan bahwa keberhasilan suatu lembaga apapun itu terutama lembaga pendidikan non formal sekalipun sangat ditentukan oleh pengelolaan data, data guru, siswa, sarana prasarana dan data data lainnya yang dituangkan dalam EMIS madrasah itu sendiri.
“keberhasilan madrasah tergantung proaktif petugas operator kita,” tegasnya.
Apabila operator EMIS ini, jelasnya, menyajikan data yang akurat, data yang tepat, inilah nantinya akan dijadikan acuan bagi pemerintah untuk membuat kebijakan.
"EMIS memiliki peran yang sangat penting bagi penentuan kebijakan baik Pemerintah dan Kemenag," terangnya.
Selanjutnya dijelaskan Rahmad pentingnya mengisi EMIS dengan akurat sebagai penentu kebijakan Pemerintah/ Kemenag seperti penentuan kuota BOS, Jumlah dana sertifikasi guru PAI pada sekolah umum, dan sinkronisasi data penerima PIP/KIP.
Program EMIS memang belum begitu lama tapi apabila ada madrasah yang tidak melakukan entri data melalui EMIS berarti belum profesional.
Selanjutnya Kakankemenag menghimbau agar seluruh operator EMIS yang ada di Pondok Pesantren (Pontren), Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, TPA, dan Guru PAI di sekolah umum mampu memahami semua yang terdapat pada pendataan EMIS, sehingga EMIS yang disajikan tidak keliru dan tepat sasaran sesuai yang diharapkan.
"Operator EMIS harus teliti dalam mengentri data agar tidak terjadi kesalahan demi kelancaran penyajian EMIS di Pakis," himbaunya.
Sementara Kasi Pakis H. Suhaimi, S.Ag mengatakan ada beberapa perubahan dalam form EMIS, sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan penginputan.
Lebih lanjut H. Suhaimi menyampaikan EMIS di bawah naungan Pakis untuk tahun 2019 harus dilaksanakan seluruh Pontren, Madin, TPQ/TPA, dan Guru PAI agar kedepan data yang disajikan bersifat valid, sehingga mempermudah segala urusan yang berkaitan dengan kemajuan Pakis.
"Tahun ini semua data EMIS harus valid, tidak boleh ada Pontren, Madin, TPQ/TPA, atau guru PAI yang tidak mengisi EMIS," pungkasnya.
Acara ini diikuti oleh 30 orang peserta, terdiri dari 3 orang dari Pondok Pesantren, MDTA 12 orang, TPQ 6 orang, operator Kemenag Rohil 2 orang dan guru PAI 7 orang.
Sementara Nara Sumber berasal dari dari Bidang Pakis Kanwil Kemenag Riau. Drs. Fairus, MA (Kabid Pakis), H. Jusri, SE, M.Pd.I (Kasi Sistem Informasi Pakis) dan Gana Radguna, S.Ag, MH (operator EMIS Pakis). Moderator Dr. H. Fakhri, M.Ag (Kasi Pontren), H. Suhaimi, S.Ag (Kasi Pakis), Yusri, M.Pd (Kasi PAI Dasar) dan Marlina, SE. (Nsh)