0 menit baca 0 %

Bidang Pakis Gelar Peningkatan Kompetensi Guru Agama SMA/SMK

Ringkasan: Riau (inmas)- Acara Peningkatan Kompetensi Guru Agama SMA/SMK Pada Sekolah yang ditaja Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Riau dibuka Kabid Pakis Drs H Fairus MA, Rabu sore (17/05). Acara ini di ikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari guru agama SMA/SMK yang menga...

Riau (inmas)- Acara Peningkatan Kompetensi Guru Agama SMA/SMK Pada Sekolah yang ditaja Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Riau dibuka Kabid Pakis Drs H Fairus MA, Rabu sore (17/05). Acara ini di ikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari guru agama SMA/SMK yang mengajar pada sekolah umum se Provinsi Riau baik yang berstatus PNS maupun honorer.

Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal 17 Mei sampai dengan 20 Mei 2017 bertempat di Hotel Dyan Graha Jalan Gatot Subroto Pekanbaru. Materi yang diberikan antara lain kebijakan Kanwil Kemenag Riau yang berkaitan dengan Guru PAI, upaya peningkatan program PAI pada pendidikan menengah, pembelajaran saintifik, sertifikasi guru PAI, kaidah pembuatan soal dan penilaian K-13 serta metode pembelajaran PAI.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Riau yang menjadi narasumber pada kegiatan ini memberikan pengarahan kepada para guru agama agar dapat menjaga kualitas pendidikan agama dan keagamaan yang ada di Riau, baik itu guru agama yang berada di madrasah maupun guru agama yang berada di sekolah umum.

Kakanwil juga dalam kesempatan tersebut memastikan jajarannya untuk tetap memberikan perhatian terutama kesejahteraan bagi guru agama di sekolah. Kakanwil menegaskan tidak ada istilah anak tiri maupun anak kandung, karena guru agama di madrasah dan guru agama di sekolah umum tetap mendapat perhatian yang sama oleh Kementerian Agama bahkan dana kesejahteraan untuk guru agama di sekolah lebih besar dibanding guru agama di madrasah.

Kakanwil berharap tugas sebagai guru tetap dilaksanakan dengan baik dan profesional. Apalagi tugas berat seorang guru sekarang ini adalah bagaimana menciptakan generasi yang berakhlakul karimah, menjauhkan anak-anak dari bahaya narkoba dan pornografi yang dapat merusak mental anak. (js)Â