Pelalawan (inmas). (19/5) Bidang Madrasah Kanwil
Kementerian Agama Provinsi Riau ini melakukan Sosialisasi Juknis Penulisan
Ijazah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan. Sosialisasi dipimpin
oleh Kasi Kurikulum dan Evaluasi Drs.H. Kamaruddin. Acara dihadiri oleh 34
Kepala Madrasah mulai dari tingkat MI hingga MA. Acara dilaksanakan di Aula
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan H. Muhammad Rais, S.Ag, M.Pd.I didampingi
Kasi Pendis Dr. Edi Iskandar, M.Pd. Dalam sambutan pembukaannya dihadapan 34
peserta sosialisasi dari Madrasah, bahwasannya sesuai dengan edaran Juknis
(Petunjuk Teknis) akan penulisan atau pengisian Ijazah hendaknya harus benar-benar
diperhatikan dan dipedomi bagi seluruh Madrasah. Maka dari itu, sudah merupakan
suatu kewajiban dan tuntutan akan memahami dan dipedomi dengan benar-benar
Juknisnya, yang tentunya hal ini akan berdampakmterhadap keabsahan, kebenaran
dan kevalitan akan penulisan di Ijazah. Jangan sampai merugikan siswa kita.”
Tegas beliau
Senada dengan Kepala Kantor Kemenag
Pelalawan Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Provinsi Riau memaparkan
penulisan Ijazah berdampak dan berimbas pada keabsahan dan kebenaran akan
penulisannya dalam Ijazah, dan juga menjalar pada diakui atau tidaknya
kebenaran Ijazah yang telah dikeluarkan, maka ini adalah sosisalisasi yang
harus diikuti dan dimengerti oleh semua pihak penyelenggara Pendidikan,”
terangnya.
Beliau menambahkan Harapan akan diadakannya
sosialisasi penulisan dan pengisisan ijazah sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 2094 Tahun 2017 tentang Juknis Penulisan Ijazah dan SHUAMBN Madrasah 2017 ini
adalah mengurangi akan kesalahan dalam teknis penulisan pada ijazah,
menunjukkan kepada seluruh penyelenggara program pendidikan dimaksut akan
petunjuk teknis dan tata cara pengisian dan penulisan bagi ijazah itu sendiri
bagi lainnya. Sebab sekarang jumlah Ijazah yang diberikan sesuai dengan jumlah
siswa yang mengikuti Ujian sehingga tidak ada Ijazah cadangan atau pengganti,
untuk itu mulai dari sekarang kita wanti-wanti”Ujar beliau (AA)