0 menit baca 0 %

Biaya Pendidikan di MTs Nurul Ikhlas Tabing Gratis

Ringkasan: Kampar (Humas) – Biaya pendidikan Madrasah Tsnawiyah Swasta (MTsS) Nurul Ikhlas Tabing, Kec. Koto Kampar Hulu gratis. Demikian disampaikan Kepala MTsS Nurul Ikhlas Tabing Masnida SE Kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, Drs. H. Fairus, MA, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Drs...

Kampar (Humas) – Biaya pendidikan Madrasah Tsnawiyah Swasta (MTsS) Nurul Ikhlas Tabing, Kec. Koto Kampar Hulu gratis. Demikian disampaikan Kepala MTsS Nurul Ikhlas Tabing Masnida SE Kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, Drs. H. Fairus, MA, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Drs Muhammad Yamin, beserta rombongan saat kunjungan kerja beberapa hari yang lalu.

Masnida mengatakan, "Pendidikan gratis ini telah diterapkan sejak tiga tahun terakhir. Hal ini kita lakukan, mengingat masyarakat di Desa Tabing ini banyak tergolong miskin. Apalagi ditambah dengan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, yang mengratiskan biaya pendidikan disekolah umum. Hal ini sangat berpengaruh terhadap madrasah kita dengan menurunnya murid madrasah. Untuk itu, kita sengaja menggratiskan biaya pendidikan di MTs ini, seraya juga untuk meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat."

Sementara itu,Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA memberikan apresiasi kepada Kepala MTs Nurul Ikhlas Tabing Masnida SE atas digratiskannya biaya pendidikan di Madrasah ini. Hal ini sungguh luar biasa, Madrasah ini adalah madrasah swasta, yang lahir dari masyarakat, tetapi bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya yang dibiayai oleh Pemerintah.

Seharusnya, yang mendapat perhatian lebih dari Pemerintah adalah madrasah-madrasah bukan sekolah umum. Karena madrasah ini lahir atas keinginan dari masyarakat itu sendiri, berbeda dengan sekolah umum yang membangunnya adalah Pemerintah. Jika Pemerintah (Pemerintah Daerah Kab. Kampar) menggratiskan biaya pendidikan hanya di sekolah umum saja, sedangkan sekolah yang dibangun oleh masyarakat tidak digratiskan, ini tentu akan menjadi tantangan baru bagi madrasah-madrasah. Padahal, murid-murid madrasah itu sendiri juga putra putri Kab. Kampar. Jika hal ini kita biarkan berlarut-larut, bisa kita bayangkan generasi kita akan jauh dari ajaran-ajaran agama Islam.

"Oleh karena itu, Mari kita pompa lampu kita, lampu orang lain jangan kita matikan. Ini artinya mari kita hidupkan madrasah-madrasah dengan cara kita (walaupun dengan dana yang sangat minim), sementara sekolah orang lain jangan kita usik/ganggu. Bekerjalah dengan ikhlas semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT. Insya Allah, segala apa yang kita lakukan ini akan bernilai ibadah," tegas Fairus. (Ags)

*edit by novam