0 menit baca 0 %

Besuk Sekalian Anjangsana, Kanwil Kemenag Riau Patungan Bantu Muhammad Syafi'i

Ringkasan: Riau (Inmas) Kohesivitas sosial Kanwil Kemenag Riau terlihat saat masing masing bidang dan subbag bergotong royong mengumpulkan uang untuk membantu salah seorang pegawai pramu bakti  pada Bidang Penaiszawa bernama Muhammad Syafi i yang tengah tergolek dirawat di rumah sakit.

Riau (Inmas) – Kohesivitas sosial Kanwil Kemenag Riau terlihat saat masing masing bidang dan subbag bergotong royong mengumpulkan uang untuk membantu salah seorang pegawai pramu bakti  pada Bidang Penaiszawa bernama Muhammad Syafi”i yang tengah tergolek dirawat di rumah sakit. Keluarga besar Kanwil Kemenag Riau patungan mengumpulkan dana untuk meringankan beban pegawai honorer asal Bangkinang. Uang tunai yang terkumpul diberikan kepada pasien yang menderita kanker usus ini pada Selasa, (12/03) di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Simpatisan saling bahu membahu membantu pramu bakti yang sudah mengabdi selama lima tahun ini, yang masih terbaring di rumah sakit hingga ini pasca operasi. Menurut Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos MSi. “Saat ini sudah ditindaklanjuti oleh dokter, bahwa dicari jalan lain pada ususnya, sehingga usus yang masih terdiagnosa kanker itu masih belum bisa diangkat”, jelasnya. Dokter telah memberikan alternatif obat untuk mematikan sel kanker tersebut,tapi tidak pada jalur usus tersebut, tapi jalur usus yang lain, sambungnya.

“Kami merasa bersimpati untuk membantu meringankan bebannya dengan minta sumbangan melalui bidang dan subbag dilingkungan Kanwil Kemenag Riau”, terangnya. “Alhamdulillah terkumpul Rp. 4.335.000”, sebutnya. Bantuan ini diserahkan langsung di tempat ia dirawat.

Ia mengaku inisiatif bidang Penaiszawa ini semoga bisa meringankan beban keluarga, meskipun belum semuanya yang menyetor, insyaallah masih berjalan sampai saat ini. “Dia keluarga besar Kemenag Riau yang terkena sakit, kita wajib memberi bantuan, dan inilah gerakan kita untuk membantu sesama, semoga segera sembuh”, tekannya. Meskipun tidak senilai dari tanggungan sakit yang dideritanya namun setidaknya bantuan tersebut bisa meringankan bebannya.

Pegawai yang tengah sakit sejak 4 bulan yang lalu ini , melalui observasi dokter yang menanganinya, lanjut Saman, baru sekarang tindak lanjut untuk melakukan operasi. “Operasinya pun bukan pada bagian usus yang terkena kanker, tapi ditempat lain, alternatifnya cuman dua di beri obat atau dikemo”, ungkapnya kepada humas.(vera)