0 menit baca 0 %

Bersikap Sabarlah Dalam Segala Hal

Ringkasan: Kampar (Inmas) – Bersikap sabarlah dalam segala hal, baik dikala susah maupun dikala senang. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Syamsuatir MESy, dalam tausiyah pagi jum’at (11/03) di Mushollah Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab.

Kampar (Inmas) – Bersikap sabarlah dalam segala hal, baik dikala susah maupun dikala senang. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Syamsuatir MESy, dalam tausiyah pagi jum’at (11/03) di Mushollah Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.

Abuya Syamsuatir mengatakan, dalam surat Al Baqarah ayat 155-157, Allah Swt berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk “.

Nabi Ayub A.S pernah diuji oleh Allah Swt dengan penyakit yang sangat ganas dan menjijikan. Selama delapan puluh tahun beliau hidup bahagia, dan selama delapan belas tahun beliau diuji kesabaranya oleh Allah dengan panyakit. Namun beliau tetap bersabar. Menjalaninya dengan penuh kepasrahan dan tidak berputus asa. Tak pernah beliau mengeluhkan rasa sakitnya. Tak pernah menyalahkan Allah atau orang-orang sekitarnya yang meninggalkannya atas kemalangan yang beliau terima. Tak pernah pula terbersit dalam dirinya untuk meragukan kemampuan Allah menyembuhkannya. Ia percaya bahwa Allah hanya sedang mengujinya. Ia percaya Allah sedang mengajarkan kesabaran kepadanya. Dan setelah Allah merasa cukup akan kesabaran Nabi Ayub, beliau menyembuhkanya dan mengembalikan segala yang ia miliki dulu, bahkan dilipatgandakan.

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Q.S. Al Anbiya 83-84), jelas buya Syamsuatir.

Oleh karena itu, Mari kita belajar dari kisah Nabi Ayub A.S. ternyata kesabaran dalam kesakitan, kepahitan dan cobaan hidup itu bukanlah berpangku tangan. Berdiam diri. Tapi mengusahakan yang terbaik agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Ketika kita ditimpa kemalangan hidup, ingatlah, Allah tak akan pernah menimpakan kemalangan diatas kemampuan kita (Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan). Maka kembalikan lah masalah tersebut pada Allah. Mintalah jalan keluar dari-Nya. Agar kita mendapat petunjuknya, tutup Buya Syamsuatir. (Ags)

 

(edit:vera)