0 menit baca 0 %

Bersama Da’i Kamtibmas, Ka KUA Kandis Adakan Safari Maghrib di Masjid Muhajirin

Ringkasan: Siak (Inmas) Selasa, (24/04/18), Untuk menciptakan kebersamaan sekaligus menjalin komunikasi dalam menciptakan Kamtibmas, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kandis, Harman, S.Ag menggelar safari Maghrib bersama-sama Camat, Polsek, Danramil dan Da I Kamtimbas Kandis di Masjid Muhajirin, Pasar...

Siak (Inmas) – Selasa, (24/04/18), Untuk menciptakan kebersamaan sekaligus menjalin komunikasi dalam menciptakan Kamtibmas, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kandis, Harman, S.Ag menggelar safari Maghrib bersama-sama Camat, Polsek, Danramil dan Da’I Kamtimbas Kandis di Masjid Muhajirin, Pasar Minggu, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis dengan mengangkat tema “Merajut Kebersamaan Menjaga Umat”.

Tujuan Safari Maghrib berjama’ah bersama ini akan dapat memberikan ketenangan dan kedamaian dalam batin, sekaligus juga dapat memberikan semangat dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan, pengayom dan pelindung hingga penindakan hukum. “Melalui safari sholat Maghrib berjama’ah, kita juga bisa lebih dekat bersama warga sehingga memudahkan dalam menjalin komunikasi, sekaligus memudahkan dalam menyampaikan himbauan Kamtibmas”, Ujar Harman mengawali tausiyah Maghribnya.

 Terkait dengan tema besar, Harman mengajak seluruh komponen untuk saling bahu-membahu, kompak dan bersatu dalam menyelesaikan problem hari ini. “Oleh karena itu, umat Islam harus berpegang teguh pada al-Qur’an dan mewujudkan perintah al-Qur’an yang memerintahkan untuk bersatu”. Harman juga menegaskan pentingnya umat menghindari perkataan dan perbuatan yang bisa menyakiti sesama umat Islam dan umat lain. Harman mengutip al-Qur’an surat Al Hujurat ayat 10, 12, 13, 14. Firman Allah “Innamal mu’minuna ikhwah” (Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara).

“Untuk mewujudkan kebersaudaraan, maka al-Qur’an memandu kita untuk melakukan tiga hal. Pertama, jangan mengolok-olok dan mengejek sesama. Kedua, jangan saling mencela. Ketiga, jangan memanggil saudara dengan panggilan jelek”, ujarnya mengakhiri tausiyah. (Hd)