0 menit baca 0 %

Bersama Cegah Tuberkulosis, KUA Pinggir Dukung Pembentukan Desa Siaga Menuju Masyarakat Sehat

Ringkasan: Pinggir (Kemenag) - Komitmen lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) di Kecamatan Pinggir semakin diperkuat melalui pelaksanaan Lokakarya Mini (Lokmin) Kecamatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Basung pada Kamis, (20/11/2025) di Aula Rapat Kantor Camat Pingg...

Pinggir (Kemenag) - Komitmen lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) di Kecamatan Pinggir semakin diperkuat melalui pelaksanaan Lokakarya Mini (Lokmin) Kecamatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Basung pada Kamis, (20/11/2025) di Aula Rapat Kantor Camat Pinggir. Tidak seperti pertemuan sebelumnya yang fokus pada isu gizi, Lokmin kali ini diarahkan pada pembentukan Desa Siaga TB, sebuah program yang menekankan deteksi dini, edukasi masyarakat, dan penguatan kader dalam penanganan kasus TB.

Acara dibuka oleh Camat Pinggir yang diwakili oleh Sekretaris Camat, Susanty, S.Tr.Keb., M.M, yang dalam sambutannya menekankan bahwa TB masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program Desa Siaga TB bergantung pada kolaborasi dan kesadaran masyarakat. “TB adalah penyakit yang masih ada di sekitar kita. Untuk memberantasnya, kita tidak bisa bekerja sendiri. Desa Siaga TB adalah bentuk komitmen kita agar masyarakat lebih peduli, lebih sigap, dan lebih siap melawan TB,” ujar Susanty.

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimcam Pinggir, Puskesmas Muara Basung, para kepala unit pelayanan desa, serta instansi-instansi terkait lainnya. KUA Kecamatan Pinggir hadir melalui perwakilan resmi yang diutus oleh Kepala KUA, yaitu Penyuluh Agama Islam Yessi Novrianty, S.Pd. Kehadiran KUA semakin menegaskan bahwa upaya penguatan kesehatan masyarakat harus dikawal bersama, termasuk oleh lembaga keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan keluarga.

Dalam pemaparannya, Puskesmas Muara Basung menjelaskan bahwa program Desa Siaga TB bertujuan meningkatkan kemampuan desa dalam mendeteksi kasus TB sejak dini, mengurangi stigma terhadap penderita, serta memperluas edukasi kesehatan melalui kader kesehatan dan perangkat desa. Disampaikan pula strategi pelaksanaan mulai dari penguatan posyandu, pelatihan kader TB, hingga integrasi edukasi di setiap kegiatan masyarakat.

Kepala KUA Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, melalui pesan resmi yang dibacakan pada pertemuan ini, menegaskan bahwa KUA memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai kesehatan kepada masyarakat, khususnya melalui pembinaan keluarga dan kegiatan kemasyarakatan. “Kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab keluarga. Ketika kami melakukan pembinaan, kami selalu menekankan bahwa membangun keluarga sakinah harus dimulai dari tubuh yang sehat dan lingkungan yang bersih. KUA Pinggir siap berkolaborasi dalam berbagai program kesehatan, termasuk pembentukan Desa Siaga TB,” ungkapnya.

Sebagai perwakilan yang hadir, Yessi Novrianty, S.Pd, turut memberikan pandangannya terkait peran KUA dalam mendukung pencegahan penyakit menular. Dalam forum tersebut ia menyampaikan, “TB bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial. Keluarga harus memahami bagaimana pencegahan, dukungan kepada penderita, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kami di KUA siap membantu penyampaian edukasi ini melalui pembinaan keluarga dan kegiatan keagamaan,” ujar Yessi. Ia juga menambahkan bahwa KUA Pinggir siap memperluas kerja sama dengan puskesmas untuk memastikan pesan-pesan kesehatan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan hadirnya berbagai unsur penting dan komitmen yang semakin diperkuat, Lokmin ini mengukuhkan bahwa pembentukan Desa Siaga TB merupakan langkah bersama yang harus dijalankan secara konsisten. Diharapkan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, KUA, serta instansi lainnya dapat menghasilkan desa yang lebih tanggap, peduli, dan siap melawan TB demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan kuat.