0 menit baca 0 %

Bersama Bupati, Plh. Kankemenag Siak Sosialisasikan Bahaya Narkoba di SMAN 1 Kecamatan Sabak Auh

Ringkasan: Siak (Inmas) Plh. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursya bersama Bupati, Dinas Kesehatan, Pendikan dan BNN (Badan narkotika Nasional) Kabupaten Siak lakukan Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba Untuk Anak Usia Sekolah Tahun 2019 di seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak.

Siak (Inmas) – Plh. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursya bersama Bupati, Dinas Kesehatan, Pendikan dan BNN (Badan narkotika Nasional) Kabupaten Siak lakukan Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba Untuk Anak Usia Sekolah Tahun 2019 di seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak. Dikutip dari laman Humas dan Protokoler Pemkab Siak, untuk menggapai cita-cita dan masa depan yang gemilang, selain harus berusaha untuk belajar dengan giat dengan diiringi dengan doa, juga memerlukan komitmen yang kuat bagi generasi muda untuk tidak terlibat dalam perilaku negatif, seperti kenakalan remaja dan narkoba agar apa yang di inginkan bisa tercapai.

Hal tersebut dikatakan Bupati Siak Alfedri dihadapan ratusan pelajar SMAN 1 Kecamatan Sabak Auh, pada acara penyuluhan bahaya narkoba, Senin petang (26/8/2019). Kegiatan penyuluhan narkoba untuk remaja di sekolah tersebut ditaja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Kabupaten dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak. "Saya berharap anak-anak Sabak Auh ini bisa jadi Bupati atau bahkan lebih tinggi lagi. Untuk itu disamping belajar yang giat dan beribadah yang juga harus kuat, selalu ingat nasehat dari orang tua dan guru. Pesan Bapak jauhi Narkoba", pinta Alfedri.

Dijelaskannya, sasaran empuk dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba adalah kaum muda atau remaja, karena itu ia mengaku prihatin apabila kondisi hari ini para pemuda yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa, justru semakin hari semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat adiktif penghancur syaraf. Untuk itu kata Alfedri, upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalah melalui pendidikan internal keluarga, dimana orang tua sangat diharapkan peran sertanya untuk dapat mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi Narkoba.

Sementara itu, Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Elwitra mengatakan, diperlukan sebuah terobosan dengan keterlibatan seluruh komponen masyarakat untuk meredam dan menghentikan tingginya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. "Selaku insan kesehatan kita memiliki kewajiban moril, mensosialisasikan sekaligus menawarkan penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika bersama-sama masyarakat", ujarnya.

GERMAS kata dia, adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat, serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak baik. Karena itu GERMAS tidak hanya menjadi gerakan pemerintah semata, tapi juga menjadi milik masyarakat luas yang harus disukseskan bersama-sama. "Dalam upaya memerangi narkoba, sudah sewajarnya seluruh elemen masyarakat diikutsertakan. GERMAS ini adalah salah satu upayanya", imbuhnya.

Sementara itu, Drs. H. Nursya dari Kankemenag Siak memaparkan Bahaya Narkoba dalam Persfektif Islam. “Didalam Islam, setiap yang merusak dan membahayakan baik bagi diri sendiri maupun orang lain maka hukumnya adalah Haram,” tegasnya. Oleh sebab itu, agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, kata dia dibutuhkan pengawasan dari multi pihak baik dari pihak sekolah, orang tua dan keluarga bahkan lingkungan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan Mou Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Sekolah Bersih Dari Narkoba, antara pihak sekolah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak. (Hd)