0 menit baca 0 %

Berikut Cuplikan Materi Tentang Kerukunan Umat Beragama Yang Disampaikan Kasubbag TU Kemenag Inhil

Ringkasan: Kempas (Inmas) Mewakili Kakan Kemenag, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Inhil H. Guspiandi, S. Ag menyampaikan materi tentang Kerukunan Umat Beragama dihadapan 40 orang peserta Sosialisasi yang digelar FKUB Kab. Inhil di Aula Kantor Camat Kempas, selasa (24/4/2018) kemarin.Diawal materinya Kasubbag TU Ke...

Kempas (Inmas) Mewakili Kakan Kemenag, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Inhil H. Guspiandi, S. Ag menyampaikan materi tentang Kerukunan Umat Beragama dihadapan 40 orang peserta Sosialisasi yang digelar FKUB Kab. Inhil di Aula Kantor Camat Kempas, selasa (24/4/2018) kemarin.

Diawal materinya Kasubbag TU Kemenag Inhil, H. Guspiandi, S. Ag mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat khususnya para Alim Ulama, Tokoh Agama dari seluruh Majelis Agama yang penuh komitmen menjaga kerukunan umat beragama di Inhil sehingga tercipta suasana aman dan damai dan itu semua terakomodir dalam wadah FKUB. FKUB mempunyai peran dan fungsi yang strategis terlebih lagi sebentar Inhil akan menghadapi pilkada 2018 dan pemilu 2019, dimana aspirasi masyarakat yang beragam di kontestasi kan ke ruang publik sehingga berpotensi menimbulkan gesekan ditengah masyarakat.

Menurutnya, Agama sesungguhnya bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda. pertama, dari sisi luar yakni agama dilihat dari sisi formalistik, dilihat dari sisi institusional kelembagaan, dilihat secara formal ajaran nya atau peribadatan nya, maka jika dilihat dari perspektif ini maka akan ditemukan beragam perbedaan, tidak hanya antara agama yang satu dengan lainnya, bahkan dalam satu tubuh Agama pun bisa berbeda.

Tapi pada yang kedua, yakni melihat Agama dari sisi dalamnya, maka nyaris tidak ditemukan adanya perbedaan. Karena sisi dalam itu ada pada esensi agama, substansi agama atau inti pokok ajarannya, dimana semua ajaran agama mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa menegakkan keadilan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, HAM, jangan membunuh, jangan mencaci maki, jangan mencuri, jangan berbohong dan lain sebagainya.

Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, FKUB dan elemen masyarakat lainnya, bahwa pada tahun politik ini diharapkan dapat Arif dan bijaksana untuk melihat Agama bukan dari sisi luar agama tapi hendaknya kita melihatnya dari perspektif sisi dalam dari Agama. Sehingga akan membawa umat kepada jalan kebaikan dan kesejahteraan.***(Utar)