Pekanbaru
(Inmas), Kehadiran pentakziah, bagi keluarga yang ditinggalkan merupakan obat,
menjadi setawar sedingin atas musibah yang baru saja mereka alami. Rasa sedih
dan pilu atas kepergian orang yang dicintai membuat ketegaran seseorang menjadi
goyah. Oleh sebab itu kehadiran orang lain sangat diperlukan.Â
Terkait dengan
hal ini, Apa yang dialami oleh keluarga alm. Dr. Firdaus, S.Sos,MM yang wafat
pada hari Kamis (12/9/2019) yang lalu dengan meninggalkan seorang isteri, Netty
Nur dan 3 orang anak yakni Fiqhi Al
Haqqi Firdaus (19 th), Nadhel Ratu Zakya Firdaus (16 th) dan Fatidzah Puteri
Firdaus (10 th). Ka. Kankemenag perkenalkan sosok seorang Pemuda yang bernama
Muhammad Asy’ari Hasan (Staf Honorer Kantor Kemenag Kota Pekanbaru).
Hal ini beliau
lakukan untuk memberikan motivasi kepada Fiqhi AlHaqqi (Mahasiswa smt. III)
keluarga. Dimana menurut Edwar, Muhammad As’ari adalah juga mengalami hal yang
sama pada saat usianya 18 tahun ayahnya wafat. Ia bersama ibu dan 3 adiknya
berusaha bangkit. Alhamdulillah Muhammad Asy’ari berhasil menyekolahkan
adik-adiknya bahkan ada yang sudah tamat kuliah. Tutur Edwar. (Idris). Â Â Â Â Â Â