0 menit baca 0 %

Berbaik Sangka Kepada Allah, Teladan Dari Keluarga Ibrahim

Ringkasan: Kampar (Humas)- Bulan ini kita diajak untuk mengenang perjalanan Ibrahim dan Hajar dengan berjalan kaki sejauh lebih dari 2000 km, menempuh padang pasir dari negeri Syam menuju jazirah tandus. Serta memulai sebuah kehidupan baru tanpa siapa-siapa dan tanpa apa-apa.
Kampar (Humas)- Bulan ini kita diajak untuk mengenang perjalanan Ibrahim dan Hajar dengan berjalan kaki sejauh lebih dari 2000 km, menempuh padang pasir dari negeri Syam menuju jazirah tandus. Serta memulai sebuah kehidupan baru tanpa siapa-siapa dan tanpa apa-apa. Tapi semua itu mereka jalani karena merupakan perintah Allah, dan mereka yakin bahwa semua yang diperintahkan Allah tidak akan mendatangkan mudharat bagi mereka. Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh H Basri Rais S.Ag, Penyuluh Agama Islam Kab. Kampar, dalam tausiyah jumat pagi pada hari ini (19/10) di Mushalla Miftahul Ilmi Komplek Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Sikap tawakkal keluarga Ibrahim semakin terlihat saat Ibrahim diperintahkan Allah menyembelih putranya Ismail. Dengan mantap mereka melaksanakan perintah tersebut. Kemantapan tersebut hanya bisa dicapai dengan keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah berbuat zhalim terhadap hamba-Nya. Sikap inilah yang harus kita contoh, kita tanamkan rasa Husnuzzon (berbaik sangka) kepada Allah, karena melalui Hadits Qudsi Allah telah menegaskan, bahwa Ia persis seperti apa yang disangkakan hamba terhadap-Nya, tutup Basri. (Sym/Ags)